Kemnaker Taiwan ingatkan majikan bayar gaji pekerja migran sebelum kembali ke tanah air

23/07/2026 18:11(Diperbaharui 23/07/2026 18:12)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 23 Juli (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) baru-baru ini mengingatkan pemberi kerja agar menyelesaikan perhitungan dan pembayaran gaji pekerja migran sebelum mereka meninggalkan Taiwan, guna menghindari sengketa akibat rekening yang dibekukan.

Untuk melawan penipuan, Komisi Pengawas Keuangan (FSC) mulai tahun ini mewajibkan lembaga keuangan membekukan sementara rekening pekerja migran yang telah menyelesaikan masa kerja dan meninggalkan Taiwan, dinyatakan hilang kontak, atau sedang ditangani dan ditempatkan di fasilitas penampungan.

Namun, belakangan sejumlah lembaga keuangan melaporkan masih ada pemberi kerja yang mentransfer sisa gaji setelah pekerja migran meninggalkan Taiwan. Karena rekening sudah dibekukan, dana tersebut dikembalikan dan tidak dapat masuk, sehingga menimbulkan perselisihan terkait pembayaran upah.

Menanggapi hal ini, MOL baru-baru ini mengirim surat yang mengimbau agar pemberi kerja sebisa mungkin menyelesaikan perhitungan dan pembayaran gaji sebelum masa berlaku izin kerja pekerja migran berakhir dan sebelum mereka kembali ke negara asal.

Apabila pembayaran tidak dapat diselesaikan tepat waktu, kata MOL, majikan dapat menggunakan cara lain yang tidak memerlukan rekening bank tersebut, seperti dengan cek, uang tunai, atau menitipkan dana ke pengadilan, untuk membayarkan sisa gaji sehingga dapat menghindari sengketa.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Taiwan, upah harus dibayarkan secara penuh dan langsung kepada pekerja, kata MOL, mengingatkan bahwa pemberi kerja yang tidak membayar gaji secara utuh dapat didenda NT$20.000 (Rp11,1 juta) hingga NT$1 juta.

Pemberi kerja yang setelah dijatuhi sanksi atau diperintahkan untuk membayar dalam batas waktu tertentu tetap tidak memenuhinya juga dapat dicabut izin mempekerjakan pekerja migrannya, kata MOL, mengimbau majikan memberikan perhatian.

(Oleh Elly Wu dan Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.