TFDA: Taiwan akan dorong produksi farmasi lokal di tengah tarif AS

23/07/2026 13:06(Diperbaharui 23/07/2026 13:06)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Pixabay)
Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Pixabay)

Taipei, 23 Juli (CNA) Rencana Ketahanan Obat Nasional yang telah disetujui Yuan Eksekutif (Kabinet) akan memperkuat kemandirian pasokan obat domestik di tengah tarif impor obat generik Amerika Serikat (AS), kata Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) pada Rabu (22/7).

Presiden AS Donald Trump hari Selasa mengumumkan masa tenggang dua tahun bagi perusahaan farmasi untuk mendirikan pabrik di AS sebelum tarif impor obat generik sebesar 100 persen mulai Agustus 2028, dan naik menjadi 200 persen setahun kemudian.

Obat generik adalah obat dengan bahan aktif, bentuk, dan dosis yang sama dengan obat paten yang telah habis masa hak ciptanya. Tanpa beban biaya riset dan pengembangan, harganya lebih terjangkau dan berperan vital dalam menekan biaya medis.

Dalam pernyataan pada Rabu, TFDA menegaskan masa tenggang dua tahun bebas tarif membuat kebijakan AS belum berdampak langsung terhadap ekspor obat maupun pasokan dalam negeri Taiwan, dan pemerintah akan terus memantau dinamika kebijakan dan rantai pasok global.

Pejabat TFDA, Yang Po-wen (楊博文), menyatakan bahwa Rencana Ketahanan Obat Nasional untuk periode 2026–2029 telah disetujui Kabinet, dan akan mendorong produksi dan penggunaan obat domestik, membangun sistem pemantauan pasokan cerdas, serta meningkatkan penggunaan obat generik lokal. 

Pemerintah juga mendampingi produsen farmasi memperluas pasar internasional, kata Yang kepada media.

Ketua Kehormatan Federation of Taiwan Pharmacists Association, Huang Chin-shun (黃金舜), memperingatkan bahwa relokasi basis produksi dalam jangka panjang berisiko menaikkan harga bahan baku obat dan memperlama masa pengiriman. 

Akibatnya, obat generik berprofit rendah serta obat khusus kanker dan penyakit kronis terancam keluar dari pasar, ujar Huang.

Huang menambahkan bahwa tingkat penggunaan obat buatan lokal di Taiwan baru mencapai 16 persen. 

Mengingat ada lebih dari 9 juta penderita hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular di Taiwan, ketergantungan tinggi pada pasokan luar negeri sangat berisiko bagi keselamatan jiwa jika terjadi blokade di Selat Taiwan, kata dia.

Guna memperkuat ketahanan obat, Huang menyarankan pemerintah menaikkan target kemandirian obat nasional hingga 30-40 persen dan menyesuaikan harga obat Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) secara rasional. 

Penguatan produksi bahan baku dan obat generik dinilai tak hanya menjamin kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang menembus pasar AS dan Asia Tenggara, pungkas Huang.

(Oleh Shen Pei-yao dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.