Taipei, 22 Juli (CNA) Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei melalui Bidang Perdagangan terus memperkuat promosi produk kesehatan Indonesia di pasar internasional melalui partisipasi perdananya di BIO Asia–Taiwan 2026, salah satu pameran dan konferensi bioteknologi terbesar di kawasan Asia, tulis keterangan rilis pers yang disampaikan KDEI kepada CNA.
Keikutsertaan Indonesia pada ajang tersebut berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 2 juta (Rp34 miliar), sekaligus membuka peluang yang semakin luas bagi produk bio dan kesehatan Indonesia untuk memasuki pasar Taiwan serta memperluas jejaring dengan pelaku industri global, tulis keterangan tersebut.
Menurut keterangan situs BIO Asia–Taiwan 2026, acara ini diselenggarakan oleh Taiwan Bio Industry Organization (Taiwan BIO) bersama Biotechnology Innovation Organization (BIO) pada 15–19 Juli 2026 di Taipei Nangang Exhibition Center (TaiNEX 1 dan 2) dengan mengusung tema "Asian Inspiration, Global Impact."
Pameran ini diikuti oleh lebih dari 20 negara dengan sekitar 2.200 gerai pameran serta menargetkan lebih dari 10.000 pertemuan bisnis (business matchmaking), menjadikannya salah satu platform paling strategis di Asia untuk mendorong kolaborasi, investasi, inovasi, dan komersialisasi di sektor bioteknologi dan kesehatan, tulis keterangan tersebut.
KDEI Taipei bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menghadirkan tujuh perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang farmasi, bahan baku bio, jasa laboratorium kesehatan, hingga alat kesehatan, yaitu PT Top Rawyale Indonesia, PT Shirudo Lab Berkat Abadi, PT Kalbe Genexine Biologics, PT Indoniaga Makmur Sejahtera, PT Gebang Surya Harapan, PT Konimex, dan PT Pharma Metric Lab.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, dalam sambutan pembukaan gerai, menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BIO Asia–Taiwan 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan kapasitas industri bio nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kesehatan global.
"Taiwan merupakan salah satu pusat pengembangan industri bio dan kesehatan terkemuka di Asia. Oleh karena itu, kehadiran Indonesia dalam BIO Asia Taiwan tidak hanya bertujuan mempromosikan produk, tetapi juga membuka akses pasar, memperkuat jejaring dengan pelaku industri global, serta mendorong kolaborasi di bidang riset, inovasi, investasi, dan alih teknologi,” ungkap Arif.
“Kami optimistis produk bio Indonesia memiliki kualitas dan daya saing untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri bio global," ujar Arif menambahkan.
Selama empat hari penyelenggaraan pameran, gerai Indonesia menarik perhatian hampir seratus pengunjung yang berasal dari berbagai negara. Para pengunjung menunjukkan minat terhadap beragam produk dan layanan kesehatan Indonesia, mulai dari produk farmasi, bahan baku bio, ekstrak herbal, jasa laboratorium kesehatan, hingga produk kesehatan berbasis bahan alami, ungkap Wara Agustina Rukmini, Kepala Bidang Perdagangan kepada CNA.
Vonny Willianty dari KG Bio menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam BIO Asia–Taiwan 2026 memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis yang sebelumnya sulit dijangkau.
"Melalui BIO Asia Taiwan, kami dapat bertemu dengan calon mitra bisnis baru yang sebelumnya tidak berada dalam jangkauan kami. Hal ini membuka peluang yang lebih besar untuk memperluas pasar dan menjajaki kerja sama bisnis di Taiwan," ujar Vonny.
Peserta pameran lainnya juga menyampaikan pandangan serupa. Mereka menilai ajang ini tidak hanya menjadi media promosi produk, tetapi juga wadah strategis untuk memperoleh prospek pembeli baru, membangun kemitraan jangka panjang, serta menjajaki peluang kolaborasi yang akan ditindaklanjuti melalui komunikasi bisnis lebih lanjut.