KDEI Taipei selenggarakan lokakarya cara jadi eksportir produk Indonesia

04/02/2026 13:44(Diperbaharui 04/02/2026 13:44)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber foto: KDEI Taipei)
(Sumber foto: KDEI Taipei)

Taipei, 4 Feb. (CNA) Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei kembali memfasilitasi diaspora Indonesia di Taiwan, kali ini untuk terlibat aktif dalam ekosistem ekspor nasional, melalui lokakarya Temu Diaspora: "Wujudkan Mimpi Jadi Eksportir Produk Indonesia di Taiwan" pada hari Minggu (1/2). 

Saat diwawancarai oleh CNA, Wara Agustina Rukmini, Kepala Bidang Perdagangan KDEI mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KDEI, Kementerian Perdagangan RI, dan Akademi Mudah Ekspor (AME) yang melibatkan sekitar 50 peserta diaspora Indonesia di Taiwan, 24 UMKM Indonesia yang bergerak di sektor pangan, peragaan busana, dan kriya (seni kerajinan tangan).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, hadir secara daring membuka acara tersebut. (Sumber Foto : KDEI)
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, hadir secara daring membuka acara tersebut. (Sumber Foto : KDEI)

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, hadir secara daring membuka acara tersebut. Fajarini berharap antusiasme diaspora dalam mengikuti lokakarya dapat berlanjut hingga mereka benar-benar menjadi bagian dari gerakan "UMKM BISA Ekspor", ujar Wara.

Dalam kegiatan tersebut, Arif Sulistiyo, Kepala KDEI menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memfasilitasi UMKM untuk bertemu dengan pembeli potensial, namun juga membuka peluang bagi diaspora Indonesia untuk masuk ke dalam ekosistem UMKM BISA Ekspor. 

Arif Sulistiyo, Kepala KDEI menekankan tidak hanya memfasilitasi UMKM, namun juga membuka peluang bagi diaspora Indonesia untuk bisa ekspor. (Sumber Foto : KDEI)
Arif Sulistiyo, Kepala KDEI menekankan tidak hanya memfasilitasi UMKM, namun juga membuka peluang bagi diaspora Indonesia untuk bisa ekspor. (Sumber Foto : KDEI)

“Lokakarya ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan teknis tentang ekspor tetapi juga untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan diaspora Indonesia agar berani naik kelas sebagai eksportir,” ucap sambutan Arif. 

Sementara itu, pendiri Akademi Mudah Ekspor, Fernanda Reza, mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan KDEI Taipei. Ia berharap kolaborasi ini membawa dampak positif, baik bagi diaspora maupun pelaku UMKM yang mengikuti misi dagang.

Salah satu UMKM yang datang presentasi dan berdialog dengan dispora Indonesia. (Sumber Foto : KDEI)
Salah satu UMKM yang datang presentasi dan berdialog dengan dispora Indonesia. (Sumber Foto : KDEI)

Zahra Margautami yang merupakan salah satu narasumber dalam lokakarya menyampaikan bahwa diaspora Indonesia di Taiwan memiliki modal yang tidak dimiliki oleh orang lain, antara lain pengalaman tinggal di Taiwan, networking dan bahasa. Modal tersebut menjadi nilai tambah untuk membangun bisnis masa depan diaspora sesuai dengan minat dan ketrampilan yang dimiliki, termasuk menjadi bagian dari rantai ekspor produk Indonesia ke Taiwan.

Menurut Wara dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai teknis menjadi eksportir. Ismail, salah satu peserta yang hadir menyampaikan bahwa lokakarya tersebut sangat bermanfaat karena tidak hanya membangun jejaring untuk membuka peluang ekspor, namun juga memberikan kepercayaan diri bagi diaspora untuk mulai memulai bisnis. 

“KDEI berhasil menjembatani peserta dengan para narasumber maupun pelaku usaha Indonesia yang berpengalaman,” ujarnya. 

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.