Taipei, 4 Feb. (CNA) Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei kembali memfasilitasi diaspora Indonesia di Taiwan, kali ini untuk terlibat aktif dalam ekosistem ekspor nasional, melalui lokakarya Temu Diaspora: "Wujudkan Mimpi Jadi Eksportir Produk Indonesia di Taiwan" pada hari Minggu (1/2).
Saat diwawancarai oleh CNA, Wara Agustina Rukmini, Kepala Bidang Perdagangan KDEI mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KDEI, Kementerian Perdagangan RI, dan Akademi Mudah Ekspor (AME) yang melibatkan sekitar 50 peserta diaspora Indonesia di Taiwan, 24 UMKM Indonesia yang bergerak di sektor pangan, peragaan busana, dan kriya (seni kerajinan tangan).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, hadir secara daring membuka acara tersebut. Fajarini berharap antusiasme diaspora dalam mengikuti lokakarya dapat berlanjut hingga mereka benar-benar menjadi bagian dari gerakan "UMKM BISA Ekspor", ujar Wara.
Dalam kegiatan tersebut, Arif Sulistiyo, Kepala KDEI menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memfasilitasi UMKM untuk bertemu dengan pembeli potensial, namun juga membuka peluang bagi diaspora Indonesia untuk masuk ke dalam ekosistem UMKM BISA Ekspor.
“Lokakarya ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan teknis tentang ekspor tetapi juga untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan diaspora Indonesia agar berani naik kelas sebagai eksportir,” ucap sambutan Arif.
Sementara itu, pendiri Akademi Mudah Ekspor, Fernanda Reza, mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan KDEI Taipei. Ia berharap kolaborasi ini membawa dampak positif, baik bagi diaspora maupun pelaku UMKM yang mengikuti misi dagang.
Zahra Margautami yang merupakan salah satu narasumber dalam lokakarya menyampaikan bahwa diaspora Indonesia di Taiwan memiliki modal yang tidak dimiliki oleh orang lain, antara lain pengalaman tinggal di Taiwan, networking dan bahasa. Modal tersebut menjadi nilai tambah untuk membangun bisnis masa depan diaspora sesuai dengan minat dan ketrampilan yang dimiliki, termasuk menjadi bagian dari rantai ekspor produk Indonesia ke Taiwan.
Menurut Wara dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai teknis menjadi eksportir. Ismail, salah satu peserta yang hadir menyampaikan bahwa lokakarya tersebut sangat bermanfaat karena tidak hanya membangun jejaring untuk membuka peluang ekspor, namun juga memberikan kepercayaan diri bagi diaspora untuk mulai memulai bisnis.
“KDEI berhasil menjembatani peserta dengan para narasumber maupun pelaku usaha Indonesia yang berpengalaman,” ujarnya.