Taichung, 4 Feb. (CNA) Pengadilan Distrik Taichung telah menjatuhkan hukuman penjara delapan tahun dua bulan kepada seorang pekerja migran hilang kontak asal Vietnam karena secara ilegal memburu dan menjual seekor kucing liar dan seekor kucing kuwuk yang terancam punah, melanggar undang-undang senjata api dan konservasi satwa liar Taiwan.
Terdakwa, Ban Khac Hiep (潘克協), dinyatakan bersalah melanggar Undang-Undang Pengendalian Senjata Api, Amunisi, dan Pisau serta Undang-Undang Konservasi Satwa Liar. Ia juga didenda NT$240.000 (Rp127,4 juta).
Putusan ini dapat diajukan banding.
Menurut kejaksaan, Ban melarikan diri dari tempat kerjanya yang sah pada Oktober 2020 dan kemudian membuat senapan rakitan, yang digunakannya untuk memburu satwa liar secara ilegal demi keuntungan pada Maret dan April tahun lalu.
Ia meminta bantuan seorang kaki tangan, Pham Van Cuong (范文強), untuk mengatur penjualan hewan-hewan tersebut, kata kejaksaan.
Pada 13 Maret 2025, Ban membunuh seekor kucing liar dan menjualnya melalui Pham kepada seorang pembeli, dengan keduanya bersama-sama memperoleh hasil sebesar NT$1.500.
Ban menembak dan membunuh seekor kucing kuwuk -- spesies yang dilindungi di Taiwan -- pada 19 April tahun yang sama, dan kembali meminta Pham untuk mencari pembeli.
Keesokan harinya, kekasih Pham yang berkewarganegaraan Vietnam, bermarga Nguyen (阮), mengantarkan bangkai kucing kuwuk tersebut kepada pembeli dan menerima NT$3.000.
Nguyen kemudian menerima penuntutan yang ditangguhkan, sementara Pham dijatuhi hukuman satu tahun penjara pada November tahun lalu karena melanggar Undang-Undang Konservasi Satwa Liar.
Kepolisian yang menyelidiki kasus ini berusaha menangkap Ban pada 4 Juni tahun lalu di sebuah gubuk di Distrik Xinshe, Taichung. Petugas mengatakan Ban mengarahkan senjata apinya yang telah dimodifikasi ke arah mereka dan melarikan diri saat mereka mundur untuk meminta bantuan. Ia kemudian berhasil ditangkap dan dituntut.
Dalam putusan yang dijatuhkan pada 28 Januari, pengadilan menyatakan kucing kuwuk adalah spesies langka dan dilindungi di Taiwan, dan Ban menunjukkan sikap tidak menghargai kehidupan hewan dengan secara ilegal membunuh dan menjual baik kucing liar maupun satwa liar yang dilindungi.
Pengadilan mengatakan pelanggaran tersebut sangat serius dan layak mendapat hukuman berat.
Selesai/ja