Taipei, 27 Jan. (CNA) Kantor Kejaksaan Distrik Chiayi pada Senin (25/1) menuntut 11 anggota partai oposisi Kuomintang (KMT) karena memalsukan lebih dari 1.900 tanda tangan pada petisi pemakzulan Legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa, Wang Mei-hui (王美惠).
Chang Chia-ming (張嘉銘), sekretaris jenderal cabang KMT Kota Chiayi, dan 10 orang lainnya dari cabang tersebut, didakwa atas pemalsuan dan penggunaan data pribadi secara ilegal, menurut siaran pers dari kantor kejaksaan.
Sementara itu, dua relawan diberikan penuntutan yang ditangguhkan selama satu tahun dan diwajibkan membayar denda sebesar NT$50.000 (Rp26,7 juta).
Penggagas petisi pemakzulan, bermarga Chen (陳), tidak dituntut, menurut siaran pers tersebut.
Para tersangka diduga telah masuk ke dalam basis data anggota partai KMT dan mengunduh informasi pribadi anggota partai yang terdaftar di Kota Chiayi pada Januari 2025, kata kejaksaan.
Pada 24 Januari, Chang mengadakan pertemuan dengan pejabat cabang partai, di mana data anggota partai dan formulir petisi pemakzulan dibagikan. Para peserta kemudian diduga memalsukan tanda tangan anggota partai.
Chen, yang tidak mengetahui adanya pemalsuan, kemudian menyerahkan 2.505 petisi pemakzulan kepada Komisi Pemilihan Umum Pusat, melebihi ambang batas yang disyaratkan yaitu 2.159 tanda tangan.
Kasus ini terungkap setelah anggota keluarga dari seorang individu yang telah meninggal melaporkan kepada kejaksaan bahwa informasi pribadi orang tersebut telah disalahgunakan. Beberapa anggota partai lainnya kemudian juga melaporkan keluhan serupa, kata kejaksaan.
Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa tulisan tangan pada sekitar 1.900 formulir petisi cocok dengan milik para individu yang dituntut, tambah mereka.
Selesai/IF