Wanita Taiwan terkena kanker hati akibat konsumsi gula berlebih

26/01/2026 18:08(Diperbaharui 26/01/2026 18:08)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Dokter bedah Wu Kun-ta di Lee General Hospital mengimbau masyarakat memperhatikan gizi seimbang, mengontrol pola makan, dan mengembangkan kebiasaan olah raga untuk mengurangi pembentukan perlemakan hati. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Dokter bedah Wu Kun-ta di Lee General Hospital mengimbau masyarakat memperhatikan gizi seimbang, mengontrol pola makan, dan mengembangkan kebiasaan olah raga untuk mengurangi pembentukan perlemakan hati. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 26 Jan. (CNA) Seorang wanita berusia 60 tahun yang tidak memiliki kebiasaan minum alkohol dan tidak menderita hepatitis B atau C didiagnosis menderita perlemakan hati dan tumor hati, di mana lemak menyelimuti lebih dari 40-60 persen organ hatinya, kata Lee General Hospital pada Kamis (22/1).

Dalam sebuah rilis pers, dokter bedah Wu Kun-ta (坤達) menemukan lemak hati yang berat dan kecurigaan adanya tumor saat melakukan pemeriksaan ultrasonografi. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan adanya dua tumor di bagian lobus kiri hati.

Karena khawatir fungsi hati akan terganggu jika seluruh sisi kiri diangkat, tim medis menggunakan sistem instrumen multi-sendi "tangan robotik" untuk mengangkat bagian lobus lateral kiri dan menerapkan prosedur Ablasi Frekuensi Radio saat operasi untuk mematikan tumor yang tersisa, kata Wu.

Wu menjelaskan bahwa pada pasien muda dengan organ hati yang sehat, setidaknya 1/3 bagian hati harus dipertahankan untuk fungsi fisiologis dasar. Namun, karena pasien ini memiliki perlemakan hati 40-60 persen disertai beberapa tumor, tim medis mengangkat sekitar 223 gram jaringan lemak hati agar hati dapat berfungsi normal kembali.

Saat ditanya mengenai gaya hidupnya, pasien mengaku tidak memiliki kebiasaan olahraga dan sangat menyukai makanan manis serta kue. Saat kunjungan rutin ke bangsal, dokter sering mendapati makanan penutup dan buah buahan di samping tempat tidurnya, yang memperkuat dugaan bahwa konsumsi gula berlebih memicu perlemakan hati tersebut, ujar Wu.

Wu menekankan bahwa Perlemakan Hati Non-Alkohol atau kelainan metabolisme lemak hati adalah faktor risiko utama kanker hati. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan peradangan hati kronis, fibrosis, sirosis, hingga kanker hati.

Ia mengimbau masyarakat memperhatikan gizi seimbang, mengontrol pola makan, dan mengembangkan kebiasaan olah raga untuk mengurangi pembentukan perlemakan hati

(Oleh Chao Li-yen dan Agoeng Sunarto)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.