Taoyuan, 26 Jan. (CNA) Tiga tersangka dalam kasus pencurian kalung emas dan liontin dari sebuah toko perhiasan di Taoyuan ditangkap pada dini hari Senin (26/1), sekitar sembilan jam setelah pencurian yang terjadi pada Minggu (25/1) sore, menurut Kepolisian Distrik Yangmei di kota tersebut.
Wakil Kepala Kepolisian Sektor Yangmei, Chen Lung-wen (陳龍文), mengatakan kepada wartawan bahwa polisi menerima laporan sekitar pukul 17.00 Minggu bahwa sebuah toko perhiasan di Jalan Zhongzheng, Distrik Xinwu, telah dirampok.
Saat polisi tiba di lokasi, mereka diberitahu bahwa dua pria yang berpura-pura berbelanja perhiasan telah merampas kalung emas dan liontin saat staf sedang lengah, lalu para tersangka melarikan diri dengan sepeda motor, kata Chen.
Barang curian tersebut memiliki berat sekitar dua tahil dan diperkirakan bernilai NT$420.000 (Rp223 juta), ujarnya.
Setelah meninjau rekaman kamera pengawas dari toko dan area sekitarnya, anggota satuan tugas polisi yang ditugaskan untuk kasus ini dapat dengan cepat mengidentifikasi para tersangka dan kendaraan pelarian, kata Chen.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa para tersangka telah mencuri sepeda motor tersebut sebelumnya pada hari Minggu di Jalan Zhonghua sebagai persiapan untuk mencuri perhiasan.
Polisi kemudian menemukan kembali sepeda motor tersebut di Pelabuhan Perikanan Fuxing di Kabupaten Hsinchu dan menangkap seorang pria bermarga Chou (周), yang diduga membantu kedua pencuri tersebut.
Dua pria yang masuk ke toko perhiasan pada Minggu sore ditangkap sekitar pukul 2 pagi pada hari Senin di bawah jembatan di sepanjang Jalan Raya Provinsi 61 di Distrik Guanyin, kata Chen.
Menurut Chen, kedua pria tersebut, bermarga Liu (劉) dan Peng (彭), mengatakan kepada polisi saat diinterogasi bahwa mereka memutuskan untuk mencuri perhiasan karena menghadapi kesulitan keuangan.
Mereka mengklaim telah membuang perhiasan tersebut saat melarikan diri, namun polisi kemudian menemukan kalung dan liontin itu di kediaman Chou di Distrik Guanyin, kata Chen.
Kasus ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Distrik Taoyuan untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara polisi masih memeriksa catatan telepon dan bukti lainnya untuk menentukan apakah ada kaki tangan lain, ujarnya.
Selesai/ja