Taipei, 23 Jan. (CNA) Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) mengatakan pada hari Kamis (22/1) bahwa kotanya akan mengadakan latihan bersama dengan New Taipei setelah menyelesaikan latihan tanggap darurat yang mensimulasi serangan tanpa pandang bulu di Taipei Main Station sore kemarin.
Menurut pemerintah kota, latihan sebelumnya mensimulasikan beberapa penyerang seperti lemparan granat asap di peron dan serangan orang secara acak sebelum melarikan diri ke area pertokoan bawah tanah stasiun.
Pada pukul 14.18, peringatan darurat dikirim ke ponsel dalam radius 1 kilometer dari lokasi kejadian, memberitahukan dalam bahasa Mandarin dan Inggris bahwa sedang berlangsung "latihan" dan menyarankan mereka untuk tetap tenang, mencari perlindungan terdekat, serta menghindari berkumpul atau berkerumun.
Berbicara kepada wartawan, Chiang memuji latihan tersebut sebagai menyeluruh, terorganisir dengan baik, dan berhasil dilaksanakan, serta menyampaikan penghormatan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam latihan dan perencanaannya.
Latihan ini mengintegrasikan kereta api dan metro kota, pusat perbelanjaan bawah tanah, serta berbagai sumber daya dari lembaga pusat, lokal, dan swasta, katanya.
Ini adalah fase kedua dari latihan tanggap darurat yang dimulai setelah insiden mematikan di Taipei pada 19 Desember tahun lalu, katanya, seraya mencatat bahwa latihan kali ini lebih besar dan lebih kompleks dibandingkan latihan sebelumnya yang diadakan bulan lalu di Stasiun MRT Taipei City Hall.
Latihan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap waspada selama kejadian tak terduga, kata wali kota, sambil mengingatkan mereka untuk mengikuti prinsip "Lari, Sembunyi, Lapor", yaitu segera menjauh dari bahaya atau mencari tempat aman, menghindari berkumpul atau mengambil foto, dan kemudian membantu dengan melaporkan kejadian tersebut.
Sementara itu, Chiang juga mengungkapkan bahwa fase ketiga latihan akan diadakan bersama New Taipei sebelum libur Tahun Baru Imlek pada bulan Februari, kembali mensimulasikan beberapa penyerang yang melakukan serangan di berbagai lokasi transportasi.
Namun, tanggal pastinya tidak diungkapkan.
Insiden di Taipei tahun lalu menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan langkah-langkah pertahanan sipil dan perlunya memperkuat latihan keselamatan bersama, tambahnya.
Selesai/ML