Pria Thailand dituntut karena terima paket isi heroin

23/01/2026 10:55(Diperbaharui 23/01/2026 10:55)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Pixabay)
Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Pixabay)

Taipei, 23 Jan. (CNA) Seorang warga negara Thailand berusia 22 tahun dituntut karena diduga membantu seorang warga Thailand lainnya yang berbasis di luar negeri menerima sebuah paket yang berisi sekitar 96 kilogram heroin yang disembunyikan dalam kemasan kopi pada bulan Oktober lalu, setelah ditemukan kejanggalan selama pemeriksaan bea cukai.

Menurut sebuah tuntutan yang dirilis Kamis (22/1) oleh Kantor Kejaksaan Distrik Chiayi, pria tersebut, yang datang ke Taiwan untuk bekerja tahun lalu, setuju untuk menandatangani paket heroin yang dikirim dari Thailand dan diberi label sebagai paket makanan bagian dari kesepakatan dengan temannya.

Paket tersebut, yang tiba di Bandara Internasional Taoyuan pada 17 Oktober, ditujukan ke tempat tinggal pria itu di Kabupaten Chiayi. Petugas bea cukai mendeteksi kejanggalan melalui pemindaian sinar-X dan, setelah pemeriksaan lebih lanjut, menemukan narkoba tersebut, sehingga Biro Investigasi meluncurkan penyelidikan lanjutan.

Pada 22 Oktober, penyidik menyamar sebagai petugas pengiriman dan mengantarkan paket tersebut kepada tersangka, yang langsung ditangkap setelah menandatanganinya, kata kejaksaan.

Kantor Kejaksaan Distrik Chiayi. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kantor Kejaksaan Distrik Chiayi. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Meskipun hanya berperan sebagai pendukung, kejaksaan menuntutnya pada 30 Desember atas tuduhan perdagangan narkoba dan impor barang terlarang secara ilegal.

Sekitar 96 kilogram heroin tersebut diperkirakan memiliki nilai pasar sekitar NT$100 juta (Rp53,38 miliar). Jaksa mengatakan penyitaan ini mencegah kerugian serius bagi masyarakat.

(Oleh Huang Kuo-fang, Ko Lin, dan Jennifer Aurelia) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.