Taipei, 24 Jan. (CNA) Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan mengalokasikan anggaran sebesar setidaknya NT$16 miliar (Rp8,53 triliun) untuk memberikan insentif kepada fasilitas layanan kesehatan dan apotek agar membuka layanan selama libur panjang Tahun Baru Imlek guna mencegah terjadinya penumpukan di unit gawat darurat.
Kebijakan ini dilakukan karena panjangnya libur Tahun Baru Imlek yang mencapai sembilan hari diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan layanan kesehatan, sementara pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan terjadinya penumpukan pasien di instalasi gawat darurat yang memicu keluhan dari masyarakat dan tenaga medis.
Dalam konferensi pers mengenai langkah penanggulangan pelayanan kesehatan saat libur Tahun Baru Imlek, Wakil Menteri MOHW Chuang Jen-hsiang (莊人祥) menyampaikan empat strategi utama, yaitu persiapan dini, pengaturan alur pasien berdasarkan tingkat keparahan, perluasan kapasitas layanan medis, serta penguatan kolaborasi wilayah untuk memastikan pasien kritis mendapat layanan sekaligus pasien ringan dapat dialihkan sesuai kebutuhan.
Direktur Jenderal Asuransi Kesehatan Nasional (NHIA) Chen Lian-yu (陳亮妤) menyatakan bahwa anggaran insentif tersebut khususnya memberikan peningkatan pembayaran sebesar 100% untuk layanan klinik dan rumah sakit dari Malam Tahun Baru Imlek hingga hari ketiga libur (16-19 Februari), sementara untuk tanggal lain seperti 15 dan 22 Februari besaran insentif berkisar antara 30% hingga 50% sesuai ketentuan.
Chen menambahkan sejumlah biaya medis seperti biaya konsultasi gawat darurat, rawat inap, layanan keperawatan dan farmasi akan mendapat peningkatan 100% di masa libur tersebut untuk mendorong fasilitas layanan kesehatan tetap beroperasi.
Sebagian besar insentif yang diterima rumah sakit diharuskan diberikan kepada tenaga medis garis depan sebagai bentuk penghargaan atas kerja mereka selama periode libur, ujar Chen.
Sebagai respons terhadap potensi peningkatan penyakit menular saluran pernapasan dan saluran pencernaan, Direktur Jenderal Pusat Pengendalian Penyakit Lo Yi-chun (羅一鈞) menyatakan bahwa rumah sakit yang ditetapkan sebagai fasilitas pelayanan darurat akan menerima insentif sebesar NT$10.000 untuk setiap klinik rawat jalan khusus penyakit menular yang dibuka mulai hari pertama hingga hari ketiga Tahun Baru Imlek, yakni pada 17-19 Februari.
Apabila dokter yang bertugas merupakan dokter spesialis anak, spesialis penyakit menular, atau spesialis paru, besaran insentif akan ditingkatkan menjadi NT$15.000 per layanan klinik. Sebagaimana ketentuan lainnya, sebesar 80 persen dari insentif tersebut akan dialokasikan kepada tenaga medis dan staf terkait, ujarnya.
(Oleh Shen Pei-yao dan Agoeng Sunarto)
Selesai/ja