Taipei, 11 Jan. (CNA) Taiwan diperkirakan akan mengalami peningkatan kasus influenza pada paruh kedua bulan ini, dengan puncak penularan diprediksi terjadi sekitar libur Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari, demikian diumumkan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) pada Selasa (6/1).
Dalam tujuh hari terakhir hingga Senin (5/1), tercatat 11 kasus influenza berat dengan lima kematian, kata Wakil Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC, Lee Chia-lin (李佳琳), dalam konferensi pers rutin.
Terkait penularan di masyarakat, data pemantauan CDC menunjukkan sebanyak 82.161 orang menjalani perawatan medis akibat penyakit mirip influenza pada periode 28 Desember tahun lalu hingga 3 Januari, relatif sama dibandingkan pekan sebelumnya.
Lee menyatakan Taiwan diproyeksikan kembali memasuki periode epidemi influenza pada paruh kedua bulan ini, setelah sebelumnya mengalami periode epidemi dari akhir September hingga akhir November pada musim dingin ini.
Status epidemi tersebut ditetapkan ketika proporsi kunjungan rawat jalan dan unit gawat darurat akibat penyakit mirip influenza melampaui ambang batas epidemi 11,0 persen selama dua pekan berturut-turut.
Ia menambahkan, puncak epidemi influenza diperkirakan terjadi bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek selama sembilan hari yang dimulai pada 14 Februari.
Hingga Senin, lebih dari 6,62 juta penduduk telah menerima vaksinasi influenza di bawah program yang didanai pemerintah, dengan sekitar 206.000 dosis tersisa, tambahnya.
Selesai/IF