Jumlah pekerja muda Taiwan turun lebih dari 100 ribu dalam 10 tahun

02/04/2025 12:29(Diperbaharui 02/04/2025 12:29)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 2 Apr. (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) hari Senin (31/3) mengatakan bahwa survei pada 2024 menunjukkan pekerja muda Taiwan berjumlah 1,996 juta orang, turun 103 ribu dari sepuluh tahun sebelumnya akibat rendahnya angka kelahiran dan meningkatnya pendidikan tinggi.

Di antara para pekerja muda tersebut, 65,8 persen memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi, menurut data Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik (DGBAS) yang diumumkan MOL.

Sebanyak 76 persen pekerja muda bekerja dengan sistem gaji bulanan, dan sekitar 72 persen pernah menerima kenaikan gaji di tempat kerjanya, dengan alasan utama "penyesuaian gaji secara menyeluruh oleh perusahaan" (29,8 persen), disusul "kinerja pribadi yang baik" (26,5 persen), menurut DGBAS.

Menurut data DGBAS pada pada 2023, rata-rata gaji tahunan pekerja muda di Taiwan mencapai NT$515.000 (Rp257,112 juta), naik 2,8 persen dari tahun sebelumnya, sementara untuk usia di bawah 25 tahun sebesar NT$397.000 dan usia 25-29 tahun sebesar NT$584.000.

Pada 2024, rata-rata gaji bulanan pekerja muda Taiwan mencapai NT$34.000, naik 2,8 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan kelompok usia di bawah 25 tahun rata-rata NT$27.000 dan usia 25-29 tahun NT$39.000, menurut ditjen tersebut.

Dalam hal jam kerja, sebanyak 73,2 persen pekerja muda bekerja antara 40 hingga kurang dari 41 jam per minggu, diikuti 14,5 persen yang kurang dari 40 jam per minggu, dan 11 persen yang lebih dari 44 jam per minggu, dengan rata-rata keseluruhan 38,7 jam per minggu, DGBAS menunjukkan.

Survei DGBAS juga menunjukkan bahwa 65,6 persen pekerja muda jarang atau tidak pernah lembur, sementara 34,4 persen terkadang atau sering lembur, rata-rata bekerja lembur 13,3 jam per bulan, dengan kompensasi uang lembur atau cuti tambahan sebanyak 11,4 jam per bulan. 

Secara gender, laki-laki yang terkadang atau sering lembur mencapai 35,1 persen, sedangkan perempuan 33,7 persen, menurut ditjen tersebutm yang menunjukkan rata-rata jam lembur bulanan laki-laki adalah 15,6 jam sedangkan perempuan 11,4 jam.

(Oleh Wu Hsin-yun dan Antonius Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.