Taipei, 31 Mar. (CNA) Palang Merah Republik Tiongkok (Taiwan) mengatakan pada Minggu (30/3) bahwa mereka akan mendonasikan US$50.000 (Rp828,3 juta) untuk membantu Myanmar pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada Jumat lalu, sementara sejumlah kelompok lokal lainnya juga merencanakan bantuan.
Palang Merah Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mendukung bantuan darurat dan upaya penyelamatan oleh mitranya di Myanmar dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).
Gempa bumi berkekuatan 7.7 magnitudo itu dan gempa-gempa susulannya telah berdampak pada ibu kota Naypyidaw serta wilayah tengah seperti Mandalay, Sagaing, Magway, Bago, dan Negara Bagian Shan Timur Laut, menurut Palang Merah Taiwan.
Gempa tersebut juga memengaruhi Tiongkok dan Thailand, dan IFRC mengadakan pertemuan daring dengan anggota jaringan kemanusiaan pada Sabtu untuk membahas respons darurat, kata Palang Merah Taiwan.
Salah satu kekhawatiran adalah bahwa wilayah yang terkena gempa bumi di Myanmar menghadapi risiko penyebaran penyakit karena kerusakan pada infrastruktur, termasuk rumah sakit dan sistem air, kata mereka.
Palang Merah Myanmar memperkirakan sekitar 50.000 keluarga telah terdampak oleh gempa bumi tersebut, dan mereka berencana untuk menawarkan bantuan darurat dan bantuan dalam upaya pembangunan kembali kepada 10.000-20.000 keluarga.
Menurut Palang Merah Taiwan, IFRC mengeluarkan seruan untuk mengumpulkan 15 juta Franc Swiss (Rp282,7 miliar), dengan 30 persen dari dana bantuan dialokasikan untuk bantuan bencana dan 70 persen untuk rekonstruksi.
Sementara itu, cabang regional Biara Fo Guang Shan yang mencakup Singapura, Malaysia, Thailand, dan India berencana membeli persediaan senilai 140.000 ringgit Malaysia (Rp523,02 juta) untuk membantu 1.000 keluarga di kota-kota dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, kata kelompok Buddha tersebut dalam sebuah pernyataan pada Minggu.
Kantor pusat Fo Guang Shan juga akan menyediakan US$30.000 untuk bantuan bencana, dan cabang regional akan mengatur transportasi antara Yangon dan Myanmar tengah bagi tim pencarian dan penyelamatan dari Taiwan.
Sebuah kelompok Buddha berbasis di Taipei, Dharma Drum Mountain, mengatakan dalam sebuah pernyataan daring pada Minggu bahwa yayasan amalnya akan mengirim delegasi ke daerah terdampak di Myanmar untuk menilai kebutuhan.
Mereka berencana menyalurkan bantuan melalui bisnis Taiwan yang beroperasi di Myanmar, serta mengirimkan pasokan darurat medis dan lainnya setelah maskapai Taiwan, China Airlines, mengumumkan akan mengirimkan bantuan bencana ke Thailand dan Myanmar secara gratis pada Sabtu.
Menurut laporan terbaru pemerintah Myanmar pada Minggu, gempa tersebut telah menewaskan sekitar 1.700 orang, melukai 3.400 orang, dan lebih dari 300 orang masih hilang. Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
(Oleh Chen Chieh-ling, Chang Hsiung-feng, Chang Chih-liang, Lee Hsien-feng, Kay Liu, dan Jennifer Aurelia)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/JC