Taipei, 2 Apr. (CNA) Direktorat Jenderal Kepolisian Nasional (NPA) Taiwan hari Selasa (1/4) mengumumkan peluncuran program bertema "Imbalan NT$50 ribu untuk Ratusan Penangkapan".
Direktur Jenderal NPA Chang Jung-hsin (張榮興) mengatakan, melalui kerja sama publik dan swasta, mereka telah mendorong pelaporan kurir uang dan penyediaan informasi.
Jika kepolisian berhasil menahan atau menangkap kurir uang penipuan, pelapor akan menerima imbalan sebesar NT$50.000 (Rp25,139 juta), kata Chang.
Dalam pidatonya, Chang mengatakan bahwa dari situs web Dasbor Anti-Penipuan 165, terlihat bahwa jumlah kasus penipuan dan kerugian finansial telah menurun secara bertahap dari Agustus tahun lalu hingga Februari tahun ini.
Meskipun ada sedikit peningkatan kasus penipuan pada Maret tahun ini, tren keseluruhannya menurun, terutama dalam investasi palsu, yang menunjukkan bahwa undang-undang antipenipuan yang diluncurkan tahun lalu telah menunjukkan hasil yang nyata, kata dia.
Chang menunjukkan bahwa selain kekuatan pemerintah, kekuatan masyarakat sipil juga memainkan peran penting.
Setelah beberapa kelompok masyarakat sipil, termasuk Grup Airlee, mensponsori pembuatan film antipenipuan sebelumnya, mereka sekarang mensponsori progam ini.
Mengingat saluran utama bagi kelompok penipuan untuk menarik uang adalah melalui kurir, mereka berharap untuk mendorong seluruh rakyat melaporkan kurir uang melalui proyek kerja sama publik-swasta ini, sehingga penipuan tidak memiliki tempat untuk bersembunyi, ujar Chang.
Chang mengatakan bahwa NPA mengajak masyarakat untuk beralih dari "Pertahanan pasif" menjadi "Serangan aktif."
Melalui "Area Khusus Pelaporan Kurir Uang Aksi Ratusan Penangkapan" di situs web Dasbor Anti-Penipuan 165, warga dapat mengisi informasi petunjuk pelaporan kurir uang penipuan, memberikan informasi, ujarnya.
Direktur Jenderal Biro Investigasi Kriminal Chou Yu-wei (周幼偉) menjelaskan bahwa jika beberapa orang memberikan petunjuk kurir uang yang sama, hadiah akan diberikan kepada yang mendaftarkan laporan paling awal.
(Oleh Huang Li-yun dan Antonius Agoeng Sunarto)
Selesai/JC