Taipei, 2 Apr. (CNA) Seorang wanita Taiwan yang tewas di Myanmar dalam sebuah gempa bumi pada 28 Maret diketahui sedang bepergian bersama suaminya untuk melakukan donasi, kata seorang pengusaha yang berbasis di negara tersebut pada Rabu (2/4).
Dalam konferensi pers di Taipei, Yang Yu-chuan (楊友全), kepala Myanmar Taiwan Business Association, mengatakan bahwa wanita yang tewas dalam gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut telah bepergian ke Myanmar untuk melakukan donasi ke panti asuhan setempat.
Wanita tersebut terjebak setelah gempa mengakibatkan runtuhnya Great Wall Hotel Mandalay dan kehilangan tanda-tanda vital pada 31 Maret, kata Yang.
Menurut anggota asosiasi lainnya, suami wanita tersebut, yang bersamanya di hotel, berhasil lolos dengan hanya luka ringan.
Yang mengatakan bahwa suami korban akan mengkremasi jenazah istrinya sebelum kembali ke Taiwan.
Pasangan tersebut awalnya menginap di sebuah kuil Buddha, namun pindah ke Hotel Great Wall Mandalay karena mengalami kesulitan berkomunikasi dengan para biksu di kuil tersebut, kata Yang.
Selain itu, upaya untuk menyelamatkan mereka yang terjebak di hotel itu "Sangat lambat" karena kurangnya peralatan penggalian yang memadai serta pemadaman listrik dan air, tambah Yang.
Menurut otoritas Taiwan, wanita tersebut adalah satu-satunya warga negara Taiwan yang diketahui telah meninggal dalam gempa bumi Myanmar.
Media internasional telah mengutip televisi MRTV milik negara Myanmar yang melaporkan bahwa gempa bumi tersebut telah menyebabkan setidaknya 2.719 kematian, dengan 4.521 orang lainnya terluka dan 441 hilang, hingga Rabu sore.
Yang mengatakan bahwa para pengusaha Taiwan di Myanmar telah meningkatkan upaya untuk memberikan bantuan ke daerah terdampak.
Menurut Yang, 500 kantong jenazah telah dikirim, sementara 1.000 kantong jenazah lainnya dan 500 kasur sedang dipersiapkan.
Pengusaha lain, Wang Ming-hsiang (王明祥), mengatakan dalam acara pers bahwa ia telah menyiapkan dua truk berisi bantuan, termasuk mi instan, yang akan dikirim dari Yangon ke daerah terdampak pada Kamis.
Sementara itu, Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri (OCAC) mengatakan akan membuka rekening khusus pada 8 April untuk menerima donasi pribadi.
Kepala OCAC, Hsu Chia-ching (徐佳青), mengatakan bahwa donasi tersebut akan digunakan untuk tiga hal: membantu mahasiswa Taiwan dari daerah terdampak, mendanai rekonstruksi sekitar 60 sekolah luar negeri Taiwan yang rusak akibat gempa, dan menyediakan bantuan bagi korban lokal.
Selesai/ML