Taipei, 2 Apr. (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menyatakan bahwa Taiwan dan Indonesia telah sepakat untuk memperluas layanan perekrutan langsung untuk pekerja migran sektor perawatan institusi dan pertanian melalui Pusat Layanan Perekrutan Langsung (DHSC).
MOL mendirikan DHSC pada 2008 untuk mendorong pemberi kerja melakukan rekrutmen langsung serta mengurangi beban biaya layanan perantara bagi majikan dan pekerja migran, menyediakan layanan konsultasi telepon dan tatap muka, penerjemah dwibahasa, dan layanan khusus satu atap.
Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) MOL dalam sebuah siaran pers menyatakan bahwa untuk membantu pemberi kerja merekrut secara langsung, pihaknya telah bekerja sama dengan negara-negara sumber pekerja migran untuk mempromosikan layanan pemilihan pekerja proyek manufaktur sejak 2016.
WDA menunjukkan bahwa selain menyediakan layanan pemilihan pekerja proyek rekrutmen langsung manufaktur, mereka juga telah mencapai konsensus dengan pihak Indonesia untuk memungkinkan pemberi kerja perawat institusi dan pertanian untuk secara langsung mendatangkan pekerja migran dari Indonesia.
Ditjen tersebut menyatakan bahwa dalam skema rekrutmen langsung, pemberi kerja mengajukan permintaan ke DHSC, yang kemudian bekerja sama dengan negara asal untuk menyediakan tiga hingga lima calon.
Pemberi kerja dapat memilih calon pekerja lewat wawancara tertulis, panggilan telepon, atau langsung ke luar negeri, lalu proses kedatangan dibantu kedua pihak, kata WDA
WDA menyampaikan bahwa jika pemberi kerja memiliki pertanyaan terkait layanan rekrutmen langsung atau proses perekrutan pekerja migran, mereka dapat mengunjungi situs web DHSC atau menghubungi layanan siaran siaga di 02-66130811.
Layanan konsultasi tersedia dalam bahasa Mandarin, Inggris, Vietnam, Thailand, dan Indonesia, kata ditjen tersebut.
(Oleh Wu Hsin-yun dan Antonius Agoeng Sunarto)
Selesai/JC