Taiwan umumkan RUU perluasan bidang kerja mahasiswa asing dan pekerja migran

28/03/2025 18:18(Diperbaharui 28/03/2025 19:20)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 28 Mar. (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan hari Kamis (27/3) mengumumkan rancangan revisi undang-undang yang memungkinkan pekerja migran masuk ke sektor pengolahaan limbah dan daur ulang, sementara mahasiswa asing dapat bekerja dalam enam jenis pekerjaan teknis tingkat menengah baru.

Enam jenis pekerjaan tersebut adalah asisten perawat, pengemudi bus dan personel sistem manajemen keselamatan (SMS), petugas inventaris, pengemudi kendaraan kargo, serta asisten pengemudi kendaraan kargo, MOL menyampaikan.

Revisi ini merupakan upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, di mana Dewan Pengembangan Nasional memperkirakan bahwa pada 2030, industri Taiwan akan menghadapi kekurangan 400.000 pekerja, catat MOL.

Berdasarkan kebijakan saat ini, pemberi kerja yang merekrut pekerja teknis tingkat menengah harus memenuhi persyaratan gaji dan keterampilan tertentu.

Untuk enam jenis pekerjaan baru yang akan dibuka, MOL menetapkan gaji bulanan minimum NT$34.000 (Rp17,000 juta) untuk asisten perawat, NT$39.000 petugas inventaris, NT$43.000 pengemudi kendaraan kargo dan asistennya, serta NT$50.000 untuk pengemudi bus dan personel SMS.

Pembukaan enam pekerjaan baru ini dikeluarkan setelah MOL mengizinkan industri perhotelan mempekerjakan mahasiswa asing dalam tugas tertentu pada akhir Agustus tahun lalu. Namun, hingga saat ini belum ada yang melamar di sektor itu, lapor kementerian.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Lee Chien-hung (李健鴻) baru-baru ini mengaitkan hal tersebut dengan persyaratan bahwa mahasiswa asing yang ingin mendaftar harus menyelesaikan pelatihan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata (TA), yang hingga saat itu belum diadakan.

Namun, sehari setelah Lee mengatakan hal itu, TA mengumumkan mereka berencana memulai kelas pelatihan tersebut pada April atau Mei.

Pada Kamis, Kepala Divisi Manajemen Tenaga Kerja di Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) MOL, Su Yu-kuo (蘇裕國), dalam wawancara dengan media menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan TA untuk segera membuka pelatihan.

Sementara itu, kata Su, revisi peraturan juga menetapkan bahwa lulusan mahasiswa asing yang telah menyelesaikan pelatihan oleh pemberi kerja -- tidak hanya oleh TA seperti yang diharuskan peraturan saat ini -- dengan total durasi minimal 80 jam dianggap dapat bekerja di sektor layanan perhotelan tingkat menengah.

Dengan dibukanya enam jenis pekerjaan teknis tingkat menengah ini, Taiwan dapat menambah sekitar 6.500 tenaga kerja, Su memperkirakan.

Selain itu, untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, rancangan peraturan juga mengusulkan agar sektor pengolahan limbah dan daur ulang dapat mempekerjakan pekerja migran, kata MOL.

(Oleh Elly Wu dan Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.