Tiga anggota partai pro-Tiongkok Taiwan dipenjara atas pelanggaran keamanan nasional

28/03/2025 19:38(Diperbaharui 28/03/2025 19:38)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Gambar untuk ilustrasi semata. (Sumber Gambar : CNA)
Gambar untuk ilustrasi semata. (Sumber Gambar : CNA)

Taipei, 28 Mar. (CNA) Pengadilan Tinggi Taiwan Cabang Kaohsiung hari Kamis (27/3) menjatuhkan hukuman penjara kepada tiga anggota Partai Promosi Unifikasi Tiongkok karena melanggar UU Keamanan Nasional.

Tiga pria tersebut bermarga Chiang (江), Wen (温), dan Chu (朱), yang masing-masing dijatuhi hukuman 1 tahun, 10 bulan, dan 6 bulan, sementara Chu juga didenda NT$50.000 (Rp24,994 juta).

Untuk konversi menjadi denda, satu hari dihitung sebesar NT$1.000, menurut rilis berita yang dikeluarkan pengadilan.

Putusan ini dapat diajukan banding.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa Wen, seorang pejabat partai, direkrut Partai Komunis Tiongkok (CCP) ketika dia berbisnis di Tiongkok, agar dapat melakukan bisnis dengan lebih lancar dan menerima keuntungan.

Dia kemudian mengundang Chu, seorang letnan Angkatan Laut purnawirawan, serta Chiang, seorang kolonel Angkatan Udara purnawirawan, ke Tiongkok dan berhasil merekrut mereka. Dua mantan perwira militer tersebut juga bergabung dengan Partai Promosi Unifikasi Tiongkok, kata pernyataan tersebut.

Pengadilan mencatat bahwa Wen telah menghabiskan satu tahun di sekolah militer dan 22 bulan sebagai polisi militer. Ketiga pria tersebut memiliki latar belakang militer tetapi berbalik untuk mematuhi pejabat Tiongkok dan mencoba merekrut purnawirawan dan prajurit aktif militer untuk CCP.

Chu dan Wen menerima hukuman yang dikurangi karena mengakui perbuatan mereka, kata pernyataan tersebut.

Chiang telah mencoba merekrut seorang perwira Pangkalan Angkatan Udara Songshan melalui berbagai langkah, termasuk membantu promosi, memberikan hadiah tunai, dan mengundangnya ke luar negeri, tetapi dia ditolak, kata pernyataan tersebut.

(Oleh Hung Hsueh-kuang, Wu Kuan-hsien, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.