Pusat penitipan anak Hsinchu didenda NT$240.000 setelah bayi 4 bulan meninggal

28/03/2025 19:11(Diperbaharui 28/03/2025 19:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Gambar untuk ilustrasi semata. (Sumber Gambar : Unsplash)
Gambar untuk ilustrasi semata. (Sumber Gambar : Unsplash)

Taipei, 28 Mar. (CNA) Sebuah pusat penitipan anak di Kota Hsinchu akan didenda NT$240.000 (Rp119,936 juta) dan subsidi publiknya akan dihentikan menyusul kematian seorang bayi pekan ini, kata pemerintah kota pada Kamis (27/3).

Gadis berusia empat bulan yang menderita sesak napas saat tidur di pusat penitipan anak yang disubsidi pemerintah dinyatakan meninggal setelah dikirim ke rumah sakit, Anggota Dewan Kota Hsinchu dari Partai Progresif Demokratik (DPP) Liu Yen-ling (劉彥伶) mengatakan kepada CNA pada hari yang sama.

Dalam sebuah pernyataan pers, Pemerintah Kota Hsinchu mengatakan bahwa bayi tersebut dikirim ke rumah sakit pada 11 Maret dan dinyatakan meninggal pada 24 Maret.

Pemerintah kota mengatakan bahwa Departemen Urusan Sosialnya telah melakukan inspeksi terhadap pusat penitipan anak dan mengadakan penyelidikan khusus pada 25 Maret untuk menilai insiden tersebut.

Pemerintah kota menentukan bahwa pusat penitipan anak melanggar UU Perlindungan dan Hak Kesejahteraan Anak dan Pemuda. Pemerintah kota memberlakukan denda NT$240.000 dan menuntut pusat tersebut untuk mengajukan rencana perbaikan dalam batas waktu tertentu.

Pemerintah kota menambahkan bahwa pusat penitipan anak akan kehilangan kualifikasi dan subsidi sebagai pusat penitipan anak semipublik.

Dalam pernyataannya, pemerintah kota mengatakan bahwa pusat penitipan anak harus "Memenuhi tanggung jawab mereka, memperhatikan gerakan dan kondisi fisiologis anak-anak setiap saat, menjamin keamanan mereka, dan mencegah insiden malang serupa terjadi lagi."

(Oleh James Thompson, Kuo Hsuan-wen, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.