Taipei, 26 Mar. (CNA) Seorang pengemudi tanpa lisensi yang menabrak tiga saudara kandung di sebuah perempatan di Kabupaten Changhua, menyebabkan dua di antaranya meninggal dunia, dituntut dengan pembunuhan karena kelalaian pada Selasa (25/3), lebih dari satu tahun setelah kecelakaan fatal tersebut terjadi.
Kantor Kejaksaan Distrik Changhua dalam tuntutannya menyatakan bahwa pengemudi berusia 74 tahun, bermarga Hsiao (蕭), menabrak ketiga anak tersebut pada 23 Februari tahun lalu pukul 18.21 saat mereka menyeberang di sebuah perempatan di Kecamatan Shengang.
Rekaman video menunjukkan bahwa tiga bersaudara tersebut telah menyeberang jalan meskipun lampu pejalan kaki merah, tetapi mereka berada di zebra cross saat ditabrak.
Dari tiga bersaudara yang bermarga Chen (陳), dua saudara perempuan berusia 10 dan 8 tahun mengalami koma, sementara saudara laki-laki mereka yang berusia 7 tahun lolos dari tabrakan tanpa cedera serius.
Anak perempuan berusia 10 tahun meninggal di rumah sakit pada 5 September, sementara adik perempuannya meninggal pada 29 Oktober.
Dalam tuntutan tersebut, kejaksaan menegaskan bahwa pengemudi memiliki tanggung jawab untuk selalu menyadari kondisi jalan di depan dan wajib memberi prioritas kepada pejalan kaki, terlepas dari sinyal lalu lintas yang sedang berlaku.
Tinjauan kedua yang dilakukan Komite Peninjauan Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas menyimpulkan bahwa kegagalan Hsiao dalam menjaga kewaspadaan di perempatan dengan tempat penyeberangan pejalan kaki merupakan "Penyebab sekunder" kecelakaan tersebut, kata kejaksaan.
Ketidakberadaan lisensi mengemudi dan kegagalan Hsiao dalam memberikan prioritas kepada pejalan kaki di tempat penyeberangan pejalan kaki menjadi dasar cukup kuat untuk mendakwanya atas pembunuhan karena kelalaian terkait kematian kedua anak perempuan tersebut, menurut dakwaan.
Selesai/IF