Taipei, 30 Mar. (CNA) Seorang dokter di Rumah Sakit Chi Mei Taiwan menyarankan warga untuk menjaga berat badan dan melakukan latihan peregangan untuk mencegah osteoartritis (radang sendi) di pergelangan kaki, yang menurutnya sering diabaikan karena tingkat kejadiannya lebih rendah dibandingkan di lutut dan pinggul.
Dokter spesialis ortopedi, Lo Sheng-pin (羅勝彬), baru-baru ini menjelaskan bahwa osteoartritis pergelangan kaki lebih sering dialami individu berusia 18 hingga 44 tahun, sehingga dampaknya bisa lebih signifikan karena mereka berada dalam fase produktif yang penuh tekanan kerja dan tanggung jawab keluarga.
Menurut Lo, sekitar 60 persen kasus osteoartritis pergelangan kaki disebabkan oleh riwayat patah tulang di area tersebut, sementara penyebab lainnya termasuk ketidakstabilan ligamen kronis, penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, serta asam urat.
Individu yang pernah mengalami kecelakaan atau cedera olahraga yang menyebabkan patah tulang atau keseleo berulang harus lebih waspada terhadap risiko ini, tambahnya.
Lo mengatakan bahwa meskipun banyak pasien bertanya mengenai makanan atau suplemen yang baik untuk kesehatan sendi, hingga saat ini belum ada kesepakatan medis mengenai efektivitasnya.
Cara terbaik untuk mencegah radang sendi adalah menjaga berat badan ideal guna mengurangi tekanan pada sendi, serta melakukan latihan seperti peregangan dinding dengan gerakan lunges, latihan dengan handuk untuk meregangkan telapak kaki, serta gerakan jinjit di tangga untuk menjaga fleksibilitas pergelangan kaki, saran Lo.
Untuk kasus osteoartritis pergelangan kaki stadium lanjut, ia mengatakan bahwa pengobatan standar saat ini adalah operasi fusi sendi pergelangan kaki guna mengurangi rasa sakit.
Namun, kata Lo, prosedur ini dapat menyebabkan perubahan pola berjalan serta tekanan berlebih pada sendi sekitarnya, sehingga dapat membatasi aktivitas seperti berjalan cepat, berlari, atau jongkok, ujar dia.
Lo menambahkan bahwa sebagai alternatif, operasi penggantian total sendi pergelangan kaki semakin populer, di mana mampu mempertahankan mobilitas sendi dan mengurangi beban pada sendi di sekitarnya dibandingkan dengan prosedur fusi.
Namun, karena sendi buatan memiliki masa pakai terbatas, pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan spesialis ortopedi guna menentukan metode pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi mereka, kata Lo.
(Oleh Yang Ssu-jui dan Antonius Agoeng Sunarto)
Selesai/JC