Aktivis lingkungan minta warga dilibatkan pada inisiatif hijau

16/12/2024 16:09(Diperbaharui 16/12/2024 16:09)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Air Clean Taiwan, 15 Desember 2024)
(Sumber Foto : Air Clean Taiwan, 15 Desember 2024)

Taichung, 16 Des. (CNA) Beberapa kelompok pegiat lingkungan berkumpul di Taichung (15/12) pada Minggu untuk menyerukan keterlibatan warga yang lebih besar dalam inisiatif hijau.

Air Clean Taiwan (ACT) dan Aliansi Medis Changhua untuk Urusan Publik memimpin pertemuan kelompok masyarakat sipil di depan Balai Kota Taichung.

Dalam acara tersebut, seorang peneliti dari ACT mengutip persetujuan evaluasi dampak lingkungan dari dua fasilitas energi nonhijau yang direncanakan dalam 40 hari terakhir menjadi contoh perlunya keterlibatan warga dalam pemberdayaan lingkungan.

Peneliti tersebut mengatakan bahwa dua proyek tersebut, yakni konversi stasiun tenaga batu bara Taipower menjadi pabrik gas dan rencana CPC Corp, pemasok minyak milik negara, untuk proyek terminal penerima gas alam cair di Kaohsiung, seharusnya tidak lulus evaluasi dampak lingkungan.

Peneliti tersebut menambahkan bahwa harga yang harus dibayar oleh keputusan pemerintah atas proyek tersebut akan berdampak pada kehidupan penduduk di bagian tengah dan selatan Taiwan.

Yueh Hsiang-wen (岳祥文), direktur eksekutif Aliansi Udara Bersih Taichung, mengatakan bahwa ketergantungan Taiwan yang meningkat pada bahan bakar fosil adalah kebalikan dari konsensus net-zero global untuk mengurangi emisi karbon.

Yueh menambahkan bahwa dorongan pemerintah untuk membuat Taiwan bergantung pada gas alam akan merugikan generasi mendatang.

Kaohsiung. (Sumber Foto : CNA, 15 Desember 2024)
Kaohsiung. (Sumber Foto : CNA, 15 Desember 2024)

Selain Yueh, kepala kelompok hijau dari Kaohsiung dan Kabupaten Pingtung juga mengkritik tindakan pemerintah baru-baru ini.

Sebuah kelompok Kaohsiung yang menganjurkan udara bersih mengungkapkan bahwa rencana untuk mendirikan stasiun gas fosil di kota pelabuhan selatan itu dipercepat ke evaluasi dampak lingkungan setelah hanya menjalani satu pertemuan diskusi, mengisyaratkan kurangnya transparansi dan masukan demokratis.

Sementara itu, pemimpin kelompok lingkungan berbasis Pingtung menyerang retorika pemerintah yang menyarankan peningkatan emisi pembakaran bahan bakar fosil Taiwan pada 2030, menyatakan bahwa kebijakan semacam itu sama dengan Taiwan mundur dari gerakan karbon netral global.

(Oleh Su Mu-chun, James Lo, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JA

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.