Taipei, 11 Juli (CNA) Empat anggota komplotan pemerasan yang melakukan serangkaian penahanan ilegal mematikan di Taiwan utara dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Distrik Shilin pada hari Rabu (10/7).
Hukuman yang diberikan kepada Tu Cheng-che (杜承哲), pemimpin komplotan tersebut, Hsueh Lung-ting (薛隆廷), Hung Chun-chieh (洪俊杰) dan Wang Yu-chieh (王昱傑) dapat diajukan banding.
Tu divonis atas 329 dakwaan, termasuk penahanan ilegal yang mengakibatkan kematian, penipuan, penyalahgunaan narkoba secara paksa, memulai organisasi kriminal, dan pembuangan mayat secara tidak pantas, kata pengadilan dalam sebuah pernyataan.
Hsueh, Hung, dan Wang dinyatakan bersalah atas 327 tuntutan pidana, termasuk penahanan ilegal yang mengakibatkan kematian, penipuan, dan penyalahgunaan narkoba secara paksa.
Diinstruksikan oleh Tu, anggota komplotan mulai memikat korban pada bulan September 2022 untuk datang ke tempat tinggal sewaan di Distrik Zhongli, Taoyuan dan Distrik Tamsui, New Taipei dengan dalih mengadakan wawancara untuk pekerjaan berbayaran tinggi, kata kejaksaan.
Sementara itu, korban lainnya ditipu oleh tawaran online untuk "menyewakan" rekening bank mereka yang tidak aktif agar mendapatkan sejumlah besar uang.
Dalam kedua kasus, mereka yang menanggapi iklan tersebut diambil dan ditahan dengan paksa oleh pelaku, yang mengambil buku tabungan bank, kata sandi akun, dan kartu identitas mereka, di dua lokasi selama periode mulai dari kurang dari seminggu hingga lebih dari sebulan.
Kepolisian yang membongkar kasus tersebut pada bulan November lalu menemukan 35 orang ditahan di sebuah apartemen di Taoyuan dan 26 lainnya di Tamsui.
Jaksa menemukan bahwa korban dipaksa untuk mengonsumsi pil tidur dan obat-obatan untuk membuat mereka lesu, dan dipukuli, disetrum, atau disemprot merica selama penahanan mereka, yang mengakibatkan kematian tiga tahanan.
(Bu Hsieh Hsing-en, Bernadette Hsiao, dan Jason Cahyadi)
Selesai/ ML