Taiwan perluas program investasi AI NT$10 miliar ke perusahaan asing yang beroperasi di Taiwan

05/10/2026 14:32(Diperbaharui 05/10/2026 14:32)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Unsplash)
Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Unsplash)

Taipei, 5 Okt. (CNA) Kementerian Urusan Digital Taiwan (MODA) memperluas cakupan program investasi senilai NT$10 miliar (Rp5,64 triliun) untuk perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital dengan membuka peluang investasi bagi perusahaan yang didirikan di luar negeri tetapi menjalankan kegiatan usaha utamanya di Taiwan.

Program "Penguatan Investasi untuk Perusahaan Rintisan AI" tersebut diluncurkan tahun lalu setelah pemerintah Taiwan mengalokasikan NT$10 miliar dari Dana Pengembangan Nasional untuk mendukung investasi di sektor AI dan ekonomi digital.

Program tersebut memiliki jangka waktu 10 tahun, yang terdiri atas tujuh tahun periode investasi dan tiga tahun periode divestasi, menurut MODA.

Direktur Jenderal Industri Digital Lin Chun-hsiu (林俊秀) mengatakan pemerintah berperan sebagai "pemantik" investasi, bukan sekadar menyediakan pendanaan, dengan menggabungkan mekanisme investasi bersama dengan keahlian, pengalaman industri, dan jaringan pasar dari perusahaan modal ventura, akselerator, serta modal ventura korporasi.

Menurut Lin, mekanisme tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak modal swasta untuk membantu perusahaan rintisan berpotensi memperoleh pendanaan dan sumber daya, memperluas skala usaha, mempercepat proses pencatatan saham, serta memasuki pasar internasional.

Lin mengatakan sebelumnya program tersebut hanya mencakup perusahaan rintisan AI dan perusahaan terkait ekonomi digital yang berbasis di Taiwan.

Namun, sejumlah perusahaan memilih mendirikan badan usaha di luar negeri untuk menghimpun modal internasional dan memasuki pasar global, sementara kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D), operasional, serta tenaga kerja mereka tetap berpusat di Taiwan, ujarnya.

"Ini merupakan perpanjangan dari kekuatan Taiwan. Taiwan harus semakin internasional, sehingga kami memutuskan untuk memperluas cakupan. Selama perusahaan memiliki keterkaitan yang sesuai dengan Taiwan, perusahaan tersebut dapat dipertimbangkan," kata Lin.

Dalam revisi ketentuan program, perusahaan yang didirikan di luar negeri dapat masuk dalam cakupan investasi apabila menjalankan kegiatan usaha utamanya di Taiwan dan memenuhi setidaknya salah satu persyaratan yang ditetapkan.

Persyaratan tersebut antara lain memiliki kantor pusat R&D di Taiwan dengan lebih dari 50 persen total investasi R&D perusahaan dilakukan di Taiwan, menghasilkan lebih dari 50 persen pendapatan perusahaan di Taiwan, atau mempekerjakan lebih dari 50 persen total karyawan perusahaan di Taiwan.

Direktorat Jenderal Industri Digital mengatakan akan terus bekerja sama dengan berbagai kementerian, asosiasi industri, serta lembaga terkait untuk mempertemukan perusahaan potensial di sektor AI dan ekonomi digital dengan investor.

Pada 19 Oktober, Direktorat Jenderal Industri Digital akan bekerja sama dengan Taipei Exchange untuk menggelar sesi penjelasan dan pertukaran sumber daya, sementara peluang investasi juga akan diperluas melalui platform lintas kementerian Dana Pengembangan Nasional, menurut kementerian.

(Oleh Chao Min-ya dan Agoeng Sunarto)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.