Taipei, 8 Jan. (CNA) Sekelompok politisi oposisi dari Kuomintang (KMT) pada Senin (4/1) menuduh pemerintah Kota Kaohsiung menutupi insiden pelecehan seksual yang melibatkan seorang pejabat senior kesehatan dengan menahan informasi dari publik selama enam bulan.
Berbicara dalam sebuah konferensi pers, Legislator KMT Ko Chih-en (柯志恩) bersama beberapa anggota dewan Kota Kaohsiung dari partai tersebut menuntut permintaan maaf dari Wali Kota Chen Chi-mai (陳其邁) dan pengunduran diri Huang Chih-chung (黃志中), direktur jenderal Departemen Kesehatan kota tersebut.
Mereka juga meminta kantor etika kota untuk menyelidiki bagaimana informasi dalam kasus tersebut ditangani.
Menurut kejaksaan, tersangka yang hanya diidentifikasi dengan marga Ho (何), mengakses sistem permintaan perawatan kesehatan mental pada Juni 2025 dan memperoleh informasi kontak seorang anak di bawah umur berusia 16 tahun yang memiliki trauma masa lalu.
Ia kemudian menambahkan kontak korban melalui aplikasi LINE dan diduga melakukan pelecehan seksual setelah memancing korban keluar. Korban kemudian melaporkan insiden tersebut ke polisi setempat.
Meskipun tersangka dituntut atas tuduhan pelecehan seksual dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi pada Oktober 2025, politisi KMT menuduh adanya upaya penutupan kasus karena kasus tersebut tidak dipublikasikan oleh pemerintah kota hingga 2 Januari 2026.
Saat itulah kejaksaan mengeluarkan pernyataan pers singkat yang menyatakan bahwa seorang tersangka telah dituntut dalam kasus tersebut.
Dalam pernyataan terpisah setelah kejaksaan mengumumkan tuntutan tersebut, pemerintah kota menanggapi bahwa mereka secara ketat menjaga kerahasiaan selama penyelidikan sesuai dengan permintaan kejaksaan untuk melindungi korban dan mencegah kerugian sekunder.
Sebuah tim medis khusus telah ditugaskan untuk memantau kesejahteraan fisik dan mental korban, kata Huang, dan tersangka telah diberhentikan dari pekerjaannya serta didenda NT$600.000 (Rp319,5 juta) berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Kesejahteraan dan Hak Anak dan Remaja.
Namun, Ko dari KMT berpendapat bahwa Huang menggunakan "alasan" "melindungi korban" untuk menghindari pengawasan, menuduhnya tidak menyadari bahwa seorang bawahan telah secara ilegal mengakses data pribadi secara daring ratusan kali namun kemudian memberikan alasan untuk menutupi kelalaian manajemen.
Ho menjabat sebagai sekretaris eksekutif di Pusat Kesehatan Mental Komunitas departemen tersebut, yang menangani kasus-kasus penyalahgunaan narkoba, bunuh diri, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, dan masalah terkait lainnya.
Ia sebelumnya pernah menerima penghargaan atas "pengawasan luar biasa dalam memperkuat jaring pengaman sosial" dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW).
Namun, Wakil Menteri Kesehatan Lue Jen-der (呂建德) mengatakan pekan lalu bahwa kementerian telah mencabut penghargaan tersebut, dan mengutuk segala bentuk penyalahgunaan wewenang, tindakan ilegal, atau pelanggaran berat lainnya.
Terkait penggunaan jabatan resmi oleh tersangka untuk memperoleh informasi kontak gadis tersebut, Direktur Departemen Sosial dan Urusan Keluarga MOHW Chou Tao-chun (周道君) mengatakan bahwa jaring pengaman sosial melibatkan berbagai layanan kesejahteraan sosial dan dimaksudkan untuk memberikan dukungan terintegrasi.
Chou mengatakan kementerian telah meminta Kaohsiung untuk meninjau apakah staf membutuhkan kontrol akses data yang lebih ketat dan akan mengoordinasikan perubahan sistem jika diperlukan.
Selesai/IF