Taipei, 8 Jan. (CNA) Pemerintah Kabupaten Pingtung bekerja sama dengan organisasi amal menyalurkan bantuan tunai dan kebutuhan pokok kepada 7.545 keluarga berpenghasilan rendah menjelang Tahun Baru Imlek, sekaligus membuka layanan pengajuan bantuan sosial secara daring mulai Januari tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Pingtung pada Selasa (6/1) menggelar kegiatan “Kehangatan dan Kepedulian Akhir Tahun Festival Musim Semi tahun ke-115 (115年春節送暖歲末關懷)”, dengan Bupati Pingtung Chou Chun-mi (周春米) menyampaikan apresiasi kepada para mitra amal yang selama bertahun-tahun mendukung program ini dan menjadi kekuatan sosial yang stabil serta penuh kehangatan bagi masyarakat Pingtung.
Chou menjelaskan, program berbagi menjelang Imlek telah berjalan selama 14 tahun dan pada tahun ini melibatkan 67 organisasi swasta.
Melalui integrasi bantuan serta kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pertanian dan Pangan untuk menjaga pasokan pangan, pemerintah daerah memastikan bantuan dapat disalurkan kepada seluruh keluarga berpenghasilan rendah sebelum Tahun Baru Imlek, agar mereka merasakan dukungan dan perhatian sosial di tengah musim dingin.
Dalam program ini, setiap keluarga penerima akan memperoleh bantuan tunai sebesar NT$1.000 (Rp532 ribu) serta bahan kebutuhan pokok, seperti beras, kecap, atau selimut. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima menjelang perayaan imlek.
Chou juga menyampaikan bahwa mulai Januari tahun ini, pemerintah daerah resmi membuka layanan pengajuan berbagai bantuan kesejahteraan sosial secara daring, termasuk bantuan bagi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, tunjangan hidup bagi penyandang disabilitas, serta tunjangan bagi lansia berpenghasilan menengah ke bawah.
Selain itu, pemerintah kabupaten menambahkan bahwa sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk memperluas perlindungan bagi kelompok rentan, Pingtung akan melaksanakan program tambahan tunjangan hidup bagi kelompok rentan selama 13 bulan, terhitung dari Januari 2026 hingga Januari 2027.
(Oleh Lee Hui-ting dan Agoeng Sunarto)