Taipei, 3 Jan. (CNA) Mantan Presiden Taiwan Chen Shui-bian (陳水扁) pada Jumat (2/1) mengumumkan akan membawakan sebuah acara di kanal YouTube milik stasiun berita televisi kabel lokal, langkah yang diperkirakan memicu perdebatan terkait ketentuan pembebasan bersyarat medis yang ia jalani.
Dalam unggahan di Facebook, Chen menyebutkan program berbasis wawancara tersebut akan menampilkan “diskusi mendalam yang belum pernah ada sebelumnya” dan dijadwalkan tayang perdana di kanal YouTube Mirror TV pada Minggu pukul 10 pagi.
Chen memperoleh pembebasan bersyarat medis pada 5 Januari 2015 setelah menjalani lebih dari enam tahun dari total hukuman 20 tahun penjara, yang merupakan akumulasi dari sejumlah vonis kasus korupsi terkait tindakannya selama dua periode menjabat sebagai presiden pada 2000–2008.
Menanggapi pengumuman tersebut, Sekretaris Jenderal Komisi Komunikasi Nasional (NCC) Huang Wen-che (黃文哲) mengatakan bahwa internet berada di luar kewenangan pengawasan lembaganya, sehingga langkah tersebut tidak melanggar ketentuan hukum terkait.
Huang menambahkan bahwa Mirror TV telah mengajukan permohonan perubahan rencana operasional untuk memasukkan program politik, namun NCC—yang saat ini hanya memiliki tiga dari tujuh komisaris—belum dapat meninjau permohonan tersebut karena tidak memenuhi kuorum rapat.
Saat ini, NCC hanya memiliki tiga komisaris setelah empat lainnya menyelesaikan masa jabatan mereka pada 31 Juli 2024. Meskipun pemerintah telah mengajukan empat calon baru, Legislatif yang dikuasai oposisi menolak penunjukan mereka pada November lalu.
Sementara itu, Penjara Taichung pada Jumat (2/1) menyatakan telah mengirimkan surat resmi kepada Chen untuk memperingatkannya agar secara ketat mematuhi ketentuan pembebasan bersyarat medis, termasuk larangan terlibat dalam kegiatan politik. Sebelum memperoleh pembebasan tersebut, Chen menjalani perawatan di rumah sakit yang berafiliasi dengan penjara.
Penjara akan terus memantau situasi dan menangani masalah ini sesuai dengan hukum, menurut pernyataan penjara.
Menurut Huang, penentuan apakah seorang narapidana yang menjalani pembebasan bersyarat medis diperbolehkan membawakan acara atau tampil di ruang publik sepenuhnya berada dalam kewenangan Kementerian Kehakiman. Hingga berita ini diterbitkan, Kementerian Kehakiman belum memberikan tanggapan.
Selesai/IF