Presiden Lai: Taiwan akan naikkan tunjangan militer mulai April

21/03/2025 19:55(Diperbaharui 21/03/2025 19:55)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Lai Ching-te (kiri depan) hari Jumat memberikan bonus insentif kepada Brigade Marinir ke-66 ROCMC yang ditempatkan di Bandara Songshan, Taipei. (Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2025)
Presiden Lai Ching-te (kiri depan) hari Jumat memberikan bonus insentif kepada Brigade Marinir ke-66 ROCMC yang ditempatkan di Bandara Songshan, Taipei. (Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2025)

Taipei, 21 Mar. (CNA) Taiwan akan menerapkan penyesuaian gaji untuk personel militer pada 1 April, dengan peningkatan signifikan pada tunjangan, yang terpisah dari gaji, untuk anggota layanan dan pasukan tempur sukarela, Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengumumkan hari Jumat (21/3).

Kebijakan itu memberikan peningkatan tertinggi kepada perwira garis depan di unit tempur, dengan tunjangan bulanan maksimum naik sebesar NT$7.000 (Rp3,498 juta), kata Lai saat memeriksa Brigade ke-66 Korps Marinir Republik Tiongkok (ROCMC) di Bandara Songshan Taipei.

Di bawah sistem tiga tingkat baru untuk tunjangan layanan sukarela, perwira junior dengan pangkat mayor dan di bawahnya akan dinaikkan tunjungan bulanannya dari NT$10.000 menjadi NT$15.000.

Perwira menengah (termasuk letnan kolonel) akan dinaikkan tunjangannya dari NT$10.000 menjadi NT$14.000, sementara perwira senior (termasuk jenderal) akan menerima kenaikan NT$3.000 dari NT$10.000 saat ini, kata Lai.

Anggota Brigade Marinir ke-66 ROCMC yang ditempatkan di Bandara Songshan, Taipei. (Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2025)
Anggota Brigade Marinir ke-66 ROCMC yang ditempatkan di Bandara Songshan, Taipei. (Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2025)

Sementara itu, unit tempur yang menjalani pelatihan intensif dan tugas yang menuntut akan dinaikkan tunjangan bulanannya dari NT$5.000 menjadi NT$12.000, sementara unit dukungan tempur akan menerima NT$7.000, naik dari NT$3.000.

"Menghadapi ekspansi kekuatan otoriter, Taiwan akan berdiri teguh di sisi kebebasan dan demokrasi, menentang aneksasi otoriter, dan tetap teguh dalam menjaga status quo," kata Lai.

Lai menekankan bahwa reformasi gaji militer adalah inisiatif jangka panjang yang membutuhkan perencanaan yang hati-hati, sambil meminta partai oposisi untuk mempertimbangkan kembali setiap usulan untuk membekukan atau memotong anggaran pertahanan.

(Oleh Wu Shu-wei, Lee Hsin-Yin, dan Miralux)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.