Taipei, 21 Mar. (CNA) Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Kamis (20/3) menyebut bahwa konten pemengaruh Tiongkok yang dicabut izin tinggalnya karena mendorong aneksasi Taiwan sudah cukup jelas dan tak perlu lagi diperdebatkan.
Warga Tiongkok bermarga Liu (劉) itu pekan lalu dicabut izin tinggalnya karena "Secara terbuka menganjurkan unifikasi Tiongkok melalui kekuatan militer," menurut Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA).
Liu, yang tinggal di Taiwan berdasarkan pernikahannya dengan warga Taiwan, mendapat kecaman publik atas pernyataan yang dia buat di akunnya "Yaya di Taiwan" (亞亞在台灣) di platform media sosial Tiongkok, Douyin.
Pada Kamis pagi, dalam siaran langsung di YouTube, Liu membantah dia pernah menyerukan unifikasi Tiongkok dan Taiwan dengan kekuatan militer dalam videonya. Dia mengatakan dia hanya membahas latihan militer skala besar Tiongkok yang diadakan di sekitar Taiwan pada Mei tahun lalu.
Sebagai tanggapan, Wakil Kepala dan juru bicara MAC Liang Wen-chieh (梁文傑) mengatakan dalam jumpa pers rutin hari itu bahwa NIA sudah meninjau secara menyeluruh konten video Liu.
Dia juga memutar video dari akhir Mei tahun lalu yang diposting di halaman Facebook China Taiwan Net -- sebuah situs web yang dijalankan Kantor Urusan Taiwan (TAO) Tiongkok -- yang diunggah ulang dari akun Douyin milik Liu.
Liu mengatakan dalam video itu bahwa Taiwan telah "Dikelilingi ketat" selama latihan militer skala besar "Pedang Gabungan-2024A" di sekeliling Taiwan pada 23-24 Mei tahun lalu.
Pemengaruh berkewarganegaraan Tiongkok tersebut menggambarkan latihan itu sebagai "Latihan paling kuat dan ofensif hingga saat ini," menambahkan bahwa itu adalah langkah untuk "Selalu siap mempertahankan kedaulatan nasional kita."
"Mungkin ketika kita bangun besok pagi, pulau ini sudah ditutupi dengan bendera merah. Memikirkannya saja membuat saya bahagia," kata Liu dalam video itu.
Setelah memutar video itu, Liang bertanya: "Apakah dia mendukung unifikasi dengan kekuatan militer dalam video itu? Saya pikir tidak perlu ada perdebatan."
Dia kemudian mengatakan bahwa beberapa orang Tiongkok di Taiwan membuat komentar provokatif di Douyin untuk menarik tontonan di Tiongkok guna meningkatkan interaksi dan penjualan daring.
UU yang Mengatur Hubungan antara Orang-orang di Area Taiwan dan Area Daratan menyatakan bahwa seorang warga negara Tiongkok "Dapat dideportasi, atau diperintahkan untuk pergi dalam waktu 10 hari" dalam keadaan termasuk "Dianggap ancaman terhadap stabilitas nasional atau sosial berdasarkan fakta yang cukup."
Selidiki 40 WN Taiwan dengan kartu identitas Tiongkok
Di sisi lain, juga pada Kamis, lebih dari 40 warga Taiwan sedang diselidiki karena diduga memiliki kartu identitas Tiongkok, dan 14 individu telah diberitahu bahwa registrasi rumah tangga Taiwan mereka dan dokumen lainnya akan dicabut, menurut Menteri Dalam Negeri Taiwan Liu Shyh-fang (劉世芳).
Dalam konferensi pers pasca pertemuan Kementerian Dalam Negeri di Taipei, Liu menjelaskan bahwa warga Taiwan yang ditemukan secara ilegal memiliki dokumen identitas Tiongkok akan dicabut asuransi kesehatan, kartu identitas, dan paspor Taiwannya.
Mereka tidak akan "Menjadi warga Taiwan," jelasnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Wu Tang-an (吳堂安) menjelaskan bahwa peraturan yang mengatur registrasi rumah tangga berarti bahwa setiap warga Taiwan yang ditemukan memiliki registrasi rumah tangga Tiongkok akan dicabut registrasi Taiwan mereka.
Lebih lanjut, tidak akan "Sangat mudah" bagi mereka untuk mendapatkan kembali registrasi rumah tangga di Taiwan di masa depan, tambah Wu, mengutip peraturan.
Selesai/JC