Taipei, 21 Mar. (CNA) Taiwan sedang mempertimbangkan untuk menurunkan ambang batas gaji untuk insentif pajak guna menarik profesional asing, Menteri Dewan Pengembangan Nasional (NDC) Paul Liu (劉鏡清) mengatakan pada Rabu (19/3).
Dalam sebuah sesi legislatif yang membahas kekurangan talenta kecerdasan buatan (AI) di Taiwan, Liu mengatakan pemerintah berencana untuk mengubah Undang-Undang tentang Perekrutan dan Pekerjaan Profesional Asing untuk meningkatkan insentif.
Saat ini, profesional asing yang pertama kali bekerja di Taiwan dan memiliki gaji tahunan lebih dari NT$3 juta (Rp1,498 miliar) berhak mendapatkan potongan pajak sebesar 50 persen atas pendapatan di atas ambang tersebut selama lima tahun pertama.
Selain itu, penghasilan mereka dari luar negeri dikecualikan dari perhitungan pajak penghasilan dasar.
Liu mengatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji kemungkinan menurunkan ambang batas NT$3 juta, dengan mempertimbangkan kebijakan serupa di Singapura sebagai acuan.
Setelah sesi tersebut, Liu mencatat bahwa proposal tersebut belum ditetapkan, karena diperlukan diskusi lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan sebelum rancangan amandemen diajukan untuk ditinjau oleh legislatif, yang diharapkan akan berlangsung sebelum akhir Mei.
Selain insentif pajak, Taiwan telah mengadopsi pendekatan berbagai aspek untuk menarik profesional internasional, kata Liu. Upaya ini termasuk menganalisis data industri untuk mengidentifikasi kebutuhan talenta kunci dan menggunakan alat berbasis AI untuk terhubung dengan profesional di berbagai wilayah.
Hingga akhir 2024, Taiwan telah merekrut 71.000 profesional asing, termasuk 12.000 pemegang Taiwan Employment Gold Card, sebuah program yang dirancang untuk menarik tenaga kerja berketerampilan tinggi.
Selesai/ML