Taipei, 23 Jan. (CNA) Tidak aktif selama dua tahun terakhir karena cedera, petenis veteran Taiwan Latisha Chan (詹詠然) mengumumkan pensiunnya pada Rabu (21/1) dan akan dihormati dalam sebuah upacara di Australian Open pada Sabtu.
Dalam sebuah pernyataan, Chan (36) yang pernah dianggap sebagai salah satu bintang tenis muda paling menjanjikan di Taiwan, mengatakan bahwa ia tidak menyesali karier tenisnya, menyebut dirinya "sangat beruntung" bisa meraih apa yang ia capai meskipun memiliki keterbatasan fisik.
Ia kemungkinan merujuk pada diagnosis postural tachycardia syndrome (POTS) pada tahun 2014, yang membuatnya beralih fokus dari nomor tunggal ke nomor ganda, menurut laporan Radio Taiwan International.
Selama kariernya, Chan memenangkan satu gelar grand slam ganda putri, yaitu US Open 2017 berpasangan dengan Martina Hingis, dan tiga gelar Grand Slam ganda campuran (French Open 2018 dan 2019 serta Wimbledon 2019).
Ia juga berkompetisi di empat Olimpiade dan meraih lima medali emas, tiga perak, dan satu perunggu dalam lima kali penampilan di Asian Games.
Musim penuh terakhirnya adalah pada tahun 2023, ketika ia dan adiknya Chan Hao-ching (詹皓晴) mencapai final turnamen WTA 1000 di Dubai dan perempat final French Open.
Ia sempat kembali bermain di turnamen tenis Olimpiade di Paris pada akhir Juli 2024 bersama adiknya, namun kalah di babak pertama dari pasangan Ceko yang tangguh.
Chan terus berlatih selama dua tahun terakhir untuk mencoba kembali ke lapangan, namun ketidakmampuannya mengatasi POTS secara mendasar dan intensitas yang dibutuhkan untuk tetap bugar membuatnya sadar bahwa "sudah waktunya" mengakhiri karier yang dimulainya secara profesional pada tahun 2004.
Saat ia berpamitan dari lapangan, Chan sudah mulai mempersiapkan babak berikutnya dalam kariernya, termasuk memperoleh sertifikat pelatih Level A dari Chinese Taipei Tennis Association.
Ketika Chan diberi penghormatan dalam upacara pensiun di Australian Open, ia akan menjadi pemain pertama dari Taiwan yang menerima pengakuan seperti itu di turnamen Grand Slam.
Chan mengatakan CEO Australian Open Craig Tiley mengusulkan upacara pensiun tersebut pada tahun 2025 setelah mengetahui rencana pensiunnya, dan ia menerimanya.
Hal ini akan menjadi sangat berarti, kata Chan, karena ia percaya titik awal kariernya adalah saat memenangkan gelar ganda putri Junior Australian Open 2004.
Chan, yang mulai bermain tenis pada usia enam tahun, memenangkan total 32 gelar ganda putri Women's Tennis Association dan mencapai peringkat 1 dunia ganda putri pada tahun 2017 dalam tahun yang ajaib bersama Hingis, ketika mereka memenangkan delapan gelar ganda.
Peringkat tertinggi tunggalnya adalah No. 50.
Selesai/ML