WAWANCARA /Wasekjen HKTI berharap Taiwan dan Indonesia perkuat kerja sama pertanian

14/02/2025 12:34(Diperbaharui 14/02/2025 12:34)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Wakil Sekretaris Jenderal HKTI Effendi Andoko dalam sebuah wawancara dengan CNA. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Wakil Sekretaris Jenderal HKTI Effendi Andoko dalam sebuah wawancara dengan CNA. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 14 Feb. (CNA) Wakil Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Effendi Andoko berharap bahwa Taiwan dapat berperan lebih besar dalam meningkatkan kerja sama pertanian dengan Indonesia melalui teknologi pertanian dan benih unggul, seiring kebijakan penting Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan.

Presiden Prabowo yang dilantik pada Oktober tahun lalu, memprioritaskan ketahanan pangan dan meluncurkan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan sektor pertanian, salah satunya adalah program makanan bergizi gratis yang mendapat perhatian internasional. Program ini merupakan salah satu kebijakan utama yang diterapkan untuk mengatasi ketergantungan Indonesia pada impor pangan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNA, Effendi menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat memprioritaskan ketahanan pangan karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor pangan. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah meningkatkan teknologi pertanian dan kualitas benih, di mana Taiwan bisa memberikan kontribusi signifikan, menurutnya.

Effendi, yang merupakan alumni National Chung Hsing University di Taiwan, memuji kemajuan teknologi pertanian Taiwan, termasuk dalam penelitian benih berkualitas tinggi. Ia percaya Taiwan memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di sektor pertanian.

"Taiwan memiliki banyak peluang investasi di Indonesia. Misalnya, nanas Taiwan besar dan manis, serta semangka dan kubis berkualitas tinggi. Indonesia memiliki lahan yang luas. Kami (HKTI) bersedia membantu Taiwan untuk berinvestasi di pasar Indonesia," ujar Effendi kepada CNA.

Andoko juga optimistis bahwa iklim investasi di Indonesia akan semakin baik. Ia menyoroti upaya Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi, serta memudahkan prosedur investasi untuk menarik lebih banyak investor asing ke Indonesia.

Saat di Taiwan, Andoko merasakan bantuan besar dari pemerintah dan rakyat Taiwan. Oleh karena itu, jika ada individu atau perusahaan Taiwan yang tertarik berinvestasi di sektor pertanian Indonesia, ia akan sepenuhnya mendukung mereka, membantu dengan masalah seperti keselamatan dan regulasi, ujarnya kepada CNA.

HKTI, yang didirikan pada tahun 1973 di Jakarta, adalah sebuah organisasi sosial berskala nasional yang memiliki hubungan erat dengan Kementerian Pertanian dan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat, dan martabat petani, penduduk pedesaan, serta pelaku agribisnis lainnya, menurut situs web resminya.

(Oleh Chen Cheng-kung dan Jennifer Aurelia)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.