Taipei, 4 Sep. (CNA) Pengadilan Distrik Taipei pada Jumat (4/9) menyetujui permintaan kejaksaan untuk menahan seorang sopir taksi yang menabrakkan kendaraannya ke kantor Kejaksaan Distrik Taipei pada Kamis pagi.
Kejaksaan menduga sopir bermarga Shao (邵) tersebut melanggar sejumlah ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Taiwan, termasuk menghalangi proses hukum dan mengganggu ketertiban umum. Namun, jaksa awalnya memutuskan untuk membebaskannya dengan jaminan sebesar NT$100.000 (Rp55,6 juta) sembari penyelidikan berlanjut.
Namun, Shao tidak mampu membayar uang jaminan tersebut. Kejaksaan kemudian mengajukan permohonan untuk menahannya, yang selanjutnya disetujui oleh Pengadilan Distrik Taipei. Shao akhirnya ditahan pada Jumat pagi.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 pada Kamis. Shao mengemudikan kendaraannya hingga menabrak pintu depan Kantor Kejaksaan Distrik Taipei, yang berada di dekat Gedung Kantor Kepresidenan.
Shao ditangkap oleh petugas dari Kantor Polisi Pertama Zhongzheng, Taipei. Polisi mengatakan Shao tidak berada di bawah pengaruh narkoba maupun alkohol ketika melakukan aksinya. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan properti, tetapi tidak menimbulkan korban luka, kata polisi.
Taksi milik Shao, yang ditemukan aparat telah dicat dengan sejumlah slogan seperti “sistem peradilan sudah mati” di bagian pintunya, juga disita. Shao kemudian diserahkan ke kantor kejaksaan tempat ia menabrakkan taksinya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut polisi, Shao telah memiliki pengalaman selama 12 tahun sebagai sopir taksi. Namun, belakangan ini ia terlibat dalam sejumlah perkara hukum yang hasilnya tidak menguntungkannya. Perkara terakhir diputuskan pada Rabu.
Setelah mengalami kemunduran dalam perkara tersebut, Shao terlebih dahulu meluapkan ketidakpuasannya melalui media sosial sebelum mendatangi Kantor Kejaksaan Taipei.
Ia kemudian terlihat mengamati situasi di sekitar lokasi sebelum mengemudikan taksinya dan menabrakkannya ke gerbang depan kantor kejaksaan di Jalan Bo’ai.
(By Lin Chang-shun, James Lo, dan Muhammad Irfan)
Selesai/ja