Sopir taksi tabrak kendaraannya ke kantor kejaksaan, diduga karena putusan pengadilan

03/09/2026 17:41(Diperbaharui 03/09/2026 17:51)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Seorang sopir taksi, yang memegang tas oranye di atas kepalanya, ditangkap oleh petugas penegak hukum setelah menabrakkan kendaraannya ke kantor kejaksaan Taipei pada Kamis. (Sumber Foto : CNA, 3 September 2026)
Seorang sopir taksi, yang memegang tas oranye di atas kepalanya, ditangkap oleh petugas penegak hukum setelah menabrakkan kendaraannya ke kantor kejaksaan Taipei pada Kamis. (Sumber Foto : CNA, 3 September 2026)

Taipei, 3 Sep. (CNA) Seorang sopir taksi menabrakkan kendaraannya ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei Taiwan pada Kamis (3/9) pagi, kemungkinan sebagai bentuk protes terhadap putusan pengadilan yang memberatkannya, menurut Departemen Kepolisian Kota Taipei.

Dalam sebuah siaran pers, Kantor Polisi Pertama Zhongzheng mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 05.46 bahwa sebuah taksi telah menabrak pintu depan kantor tersebut, yang terletak di dekat Gedung Kantor Kepresidenan.

Setibanya di lokasi, polisi menangkap seorang sopir taksi bermarga Shao (邵) (53), dan menyita taksinya.

Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan properti, namun tidak ada korban luka.

Meskipun motif Shao masih dalam penyelidikan, polisi mengatakan temuan awal menunjukkan ia mungkin bertindak karena ketidakpuasan terhadap hasil beberapa kasus hukum yang melibatkannya, termasuk sebuah putusan yang dikeluarkan pada Rabu.

Polisi mengatakan Shao meluapkan ketidakpuasannya terhadap sistem peradilan Taiwan di media sosial setelah putusan hari Rabu dan kemudian mulai mengawasi kantor kejaksaan sebelum menabrakkan taksinya ke gedung tersebut pada Kamis pagi.

Menurut polisi, kendaraan tersebut memiliki slogan seperti "sistem peradilan telah mati" yang dicat di atasnya.

Setelah penangkapannya, polisi mengatakan Shao tidak berada di bawah pengaruh narkoba atau alkohol. Ia ditangkap atas dugaan melanggar beberapa ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Taiwan, termasuk merintangi peradilan, mengganggu ketertiban umum, dan merusak properti.

Kepolisian telah menyerahkan kasus ini ke Kantor Kejaksaan Taipei, yang mengatakan akan berupaya menentukan motif tindakan Shao.

Pada Kamis, United Daily News (UDN) melaporkan bahwa Shao pernah terlibat dalam gugatan perdata pencemaran nama baik dengan seorang tenaga medis dan dua kasus hukum terkait lalu lintas, serta menambahkan bahwa putusan Rabu terkait salah satu pelanggaran lalu lintas tersebut.

UDN mengatakan Shao dijatuhi hukuman lebih dari lima bulan penjara untuk ketiga kasus tersebut.

Selain itu, ETtoday, yang melaporkan bahwa Shao, mengatakan rekaman kamera pengawas menunjukkan ia berjalan menuju kendaraannya di dekat Kantor Kejaksaan Taipei sekitar pukul 05.00 sebelum masuk ke dalam taksi. Ia kemudian berbalik arah dan langsung mengemudikan taksinya ke kantor kejaksaan, mempercepat laju sebelum menabrak, menurut media tersebut.

(Oleh Liu Chien-pang, Lin Chang-shun, James Lo, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.