Taipei, 14 Juli (CNA) Anak-anak imigran baru di Taiwan yang ikut dalam pelatihan orientasi karir bertema "Lokakarya Budaya dan Orientasi Karier Anak Imigran" berkesempatan untuk belajar memahami lingkungan industri secara langsung dan memetakan potensi mereka sejak dini, kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) pada Senin (13/7).
Kegiatan yang dilangsungkan selama liburan musim panas 2026 di wilayah utara, tengah, dan selatan Taiwan ini berfokus pada eksplorasi karier masa depan mereka, dengan melibatkan berbagai perusahaan domestik terkemuka, kata NIA dalam rilis persnya.
Para peserta diajak berkunjung ke perusahaan, simulasi kerja, mendengarkan seminar ahli, dan praktik langsung, untuk membantu anak-anak imigran baru memahami lingkungan industri secara nyata dan memetakan potensi diri mereka sejak dini, lanjut NIA.
NIA menjabarkan bahwa rangkaian kegiatan ini dimulai pada Senin dengan etape wilayah utara yang diselenggarakan di Systex Corporation untuk mengenalkan industri teknologi informasi.
Etape wilayah tengah akan diadakan pada 23 Juli di Museum Budaya Sepeda Giant Group, sementara untuk selatan dijadwalkan pada 4 Agustus di pabrik Happy Chimei.
Peserta yang hadir mencakup pemuda dari keluarga asal Indonesia, Vietnam, Tiongkok, Hong Kong, Makau, hingga negara-negara lain seperti Tailan, Filipina, Amerika Serikat, Prancis, dan beberapa negara Afrika, lanjut NIA.
Keberagaman ini diharapkan dapat memperluas wawasan global serta meningkatkan kapasitas komunikasi lintas budaya mereka, kata ditjen tersebut.
NIA menekankan bahwa anak-anak imigran baru memiliki keunggulan berupa kemampuan bahasa dan pemahaman lintas budaya yang menjadi aset berharga bagi Taiwan.
Pemerintah berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan sektor swasta guna membantu generasi muda ini memaksimalkan potensi mereka di kancah internasional, kata NIA.
(Oleh Huang Li-yun dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC