Keluarga Katolik Indonesia di Taiwan peringati HUT ke-29 di Taipei dengan kegiatan amal

19/04/2026 16:33(Diperbaharui 19/04/2026 16:49)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Acara HUT ke-29 KITA di Taipei hari Minggu. (Sumber Foto : CNA, 19 April 2026)
Acara HUT ke-29 KITA di Taipei hari Minggu. (Sumber Foto : CNA, 19 April 2026)

Taipei, 19 Apr. (CNA) Keluarga Katolik Indonesia di Taiwan (KITA) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-29 dengan kegiatan yang dihadiri sekitar 120 orang di Christ the King Catholic Church, Taipei, pada Minggu (19/4), menurut Ketua KITA Dick Hansel Ryan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan setelah misa Minggu dan diisi dengan acara tumpengan, makan bersama, kegiatan amal berupa melukis tas jinjing, serta penggalangan dana. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan sosial bersama komunitas kesusteran Bunda Teresa, termasuk pembagian makanan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Taipei, ujar Hansel.

Hansel menyampaikan bahwa selain misa, KITA juga secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan lain, seperti bakti sosial, olahraga, dan kegiatan kebersamaan. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya terbuka bagi umat Katolik, tetapi juga untuk masyarakat umum. Kegiatan ini seperti bakti sosial tahunan yang ditujukan untuk membantu anak buah kapal di pelabuhan serta kunjungan ke panti asuhan.

Dalam lingkup Keuskupan Taipei, komunitas KITA didampingi oleh dua imam, yakni Romo Bernardus Junianto CDD dan Romo Vincentius Haryanto, SJ.

Romo Vincentius Haryanto, SJ, yang telah bertugas di Taiwan sejak 2020, menyampaikan bahwa pelayanan komunitas difokuskan pada keluarga, mahasiswa, anak buah kapal, serta pekerja migran asal Indonesia. Ia menekankan pentingnya kehadiran komunitas sebagai tempat bagi anggota untuk berbagi pengalaman dan merasa menjadi bagian dari keluarga, sehingga tidak merasa asing selama berada di Taiwan.

Komunitas Katolik Indonesia di Taiwan terus berkembang, termasuk pembentukan kelompok baru di Taichung dalam beberapa bulan terakhir, guna menjangkau lebih banyak umat, menurut Romo kelahiran Surabaya itu.

Kegiatan amal melukis tas jinjing di Acara HUT ke-29 KITA. (Sumber Foto : CNA, 19 April 2026)
Kegiatan amal melukis tas jinjing di Acara HUT ke-29 KITA. (Sumber Foto : CNA, 19 April 2026)

Sementara itu, Ketua komunitas KITA Banqiao, Theresia Niken, yang telah tinggal di Taiwan selama 25 tahun dan bergabung dengan KITA selama 20 tahun, menyatakan bahwa komunitas ini juga aktif dalam kegiatan pelayanan, seperti menjenguk anggota yang sakit dan kegiatan sukarela lainnya. Ia berharap kegiatan ke depan dapat semakin melibatkan generasi muda serta mempererat hubungan antaranggota.

Ketua KITA Taichung, Tian, yang turut hadir dalam perayaan tersebut, menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan HUT di Taipei. Ia menjelaskan bahwa di Taichung, akses menuju gereja lebih terbatas dibandingkan dengan Taipei, sehingga misa hanya dilaksanakan satu kali dalam sebulan dengan imam yang datang dari Taipei.

Saat ini, KITA tidak hanya berada di Taipei, tetapi juga tersebar di berbagai wilayah di Taiwan, antara lain Hsinchu, Taichung, Taoyuan, serta wilayah selatan yang mencakup Chiayi, Tainan, Kaohsiung, dan Pingtung. Informasi terkait kegiatan misa disampaikan melalui media sosial Instagram komunitas.

Makan bersama di Acara HUT ke-29 KITA. (Sumber Foto : CNA, 19 April 2026)
Makan bersama di Acara HUT ke-29 KITA. (Sumber Foto : CNA, 19 April 2026)

Berdasarkan informasi dari situs resmi KITA, komunitas ini didirikan pada 12 April 1997 oleh Romo Yohanes Bintoro Kusno. Pada awalnya, komunitas mendapat izin menggunakan kapel kecil dan ruang lain di Holy Family Catholic Church untuk kegiatan bersama, yang kemudian menjadi awal terbentuknya KITA pada Minggu Paskah kedua tahun tersebut.

Menurut Hansel, jumlah peserta dalam perayaan tahun ini sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga menyampaikan bahwa KITA terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh tentang agama Katolik untuk bergabung dalam kegiatan komunitas.

(Oleh Jennifer Aurelia)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.