Taipei, 19 Mar. (CNA) Kepolisian di New Taipei hari Rabu (18/3) mengatakan mereka baru-baru ini membongkar tempat perjudian mahyong ilegal yang sering dikunjungi oleh para pensiunan, termasuk satu orang yang menjadi gugup ketika tas garam keberuntungannya dikira sebagai narkoba.
Dalam siaran pers, Kantor Polisi Tamsui mengatakan sebuah rumah di Jalan Zhongshan Utara Bagian 1 menarik perhatian mereka karena diduga menjadi kasino bawah tanah sebab orang-orang sering keluar masuk ke sana.
Setelah melakukan pengawasan, petugas meluncurkan penggeledahan pada pukul 16.00 tanggal 12 Maret, menangkap operator tempat perjudian itu, kakak beradik bermarga Lee (李) yang berusia 40-an, serta menyita perlengkapan perjudian dan uang tunai lebih dari NT$100.000 (Rp53.161.517) sebagai barang bukti.
Polisi juga menangkap sembilan pengunjung, yang berusia antara 50 hingga 70 tahun dan sebagian besar terdiri dari para pensiunan dan ibu rumah tangga setempat.
Menurut polisi, kelompok lansia tersebut mengaku mereka mengira bermain mahyong di rumah pribadi hanyalah cara untuk mengisi waktu, dan mereka tidak tahu yang mereka lakukan ilegal.
Dalam penggeledahan, beberapa wanita lansia, yang tidak bisa pulang tepat waktu untuk menyiapkan makan malam, dengan tergesa-gesa menelepon keluarga mereka untuk memberitahu mereka harus menyiapkan makanan sendiri, kata kepolisian.
Salah satu pengunjung juga diinterogasi setelah ditemukan membawa sebuah kantong plastik berisi kristal putih kecil di dompetnya, yang awalnya diduga kepolisian sebagai narkoba.
Penjudi tersebut dengan gugup menjelaskan bahwa kantong itu berisi garam, yang menurut kepercayaan rakyat Taiwan dipercaya membawa keberuntungan, dan yang mereka bawa dengan harapan bisa menang dalam permainan, kata kepolisian.
Setelah diinterogasi, kepolisian menyerahkan pengelola operasi tersebut ke Kantor Kejaksaan Distrik Shilin untuk diselidiki atas pelanggaran perjudian.
Sementara itu, para penjudi yang ditangkap akan didenda masing-masing NT$9.000 berdasarkan Undang-Undang Pemeliharaan Ketertiban Sosial, kata kantor polisi.
Selesai/JC