Wakil Ketua Dewan Kota Taipei dituntut atas perjudian dan korupsi

30/08/2025 14:36(Diperbaharui 30/08/2025 14:36)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Wakil Ketua Dewan Kota Taipei Yeh Lin-chuang (kedua dari kanan). (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Wakil Ketua Dewan Kota Taipei Yeh Lin-chuang (kedua dari kanan). (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 30 Agu. (CNA) Wakil Ketua Dewan Kota Taipei Yeh Lin-chuang (葉林傳) telah dituntut Kantor Kejaksaan Distrik Taipei pada Jumat (29/8) atas dugaan perjudian dan korupsi karena mendapatkan keuntungan ilegal setidaknya NT$3,14 juta (Rp1,69 miliar) dari bisnis arena permainan di Distrik Zhongshan selama lebih dari satu dekade.

Selain politisi Kuomintang (KMT) yang telah mewakili distrik Datong dan Zhongshan di Taipei sejak 2010 dan menjabat sebagai wakil ketua dewan sejak 2018 tersebut, enam orang lainnya juga dituntut, termasuk Lin Yi-hung (林奕宏) dan Chi Wen-chi (紀文齊), yang tercatat sebagai penanggung jawab arena permainan tersebut, serta seorang pria bermarga Chen (陳), yang mengelola operasionalnya.

Menurut kejaksaan, kasus ini dimulai pada Maret 2003, ketika Yeh diduga meminta Lin untuk menyewa sebuah gedung di Jalan Linsen Utara untuk mengoperasikan arena permainan, dengan Lin tercatat sebagai penanggung jawab dan Chen sebagai manajer.

Pada Juli 2007, mereka mulai mengoperasikan mesin judi dan memperoleh NT$1,58 juta hingga Maret 2011. Yeh kemudian meminta Lin dua kali untuk mengajukan izin operasional konten dewasa, namun kedua permohonan tersebut ditolak, kata kejaksaan.

Pada 2015, Yeh mengetahui bahwa Kantor Perdagangan Kota Taipei sedang merancang peraturan baru untuk operasional arena permainan yang tidak akan menguntungkan bisnisnya.

Ia kemudian diduga menggunakan pengaruhnya, membujuk anggota dewan KMT lainnya, Lee Fu Chung-wu (李傅中武), dan meminta operator arena permainan lain untuk mendukung amandemen yang menguntungkannya.

Upaya ini menghasilkan pengesahan amandemen pada Januari 2018 yang membuat arena permainannya memenuhi syarat untuk mendapatkan izin yang diperlukan.

Di bawah izin baru tersebut, Yeh menggantikan Lin dengan Chi sebagai penanggung jawab dan terus mengendalikan bisnis tersebut hingga Mei 2019, ketika arena permainan diambil alih oleh operator lain.

Kejaksaan mengatakan Yeh menunjukkan sedikit penyesalan selama penyidikan dan telah meminta pengadilan untuk menjatuhkan hukuman berat.

(Oleh Lin Chang-hsun, Chao Yen-hsiang, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.