Taichung, 24 Mar. (CNA) Tiga mahasiswa Indonesia telah mempelajari isolasi, analisis, dan identifikasi bakteri asam laktat selama mengikuti program pertukaran di Hungkuang University (HKU), membawa pengetahuan baru dari pelatihan selama sebulan di universitas Taiwan itu, kata pembimbing.
HKU dalam sebuah rilis pers hari Kamis (20/3) menyampaikan bahwa asisten ahli di Jurusan Teknologi Pangan mereka, Hwang Chin-fa (黃進發), tahun lalu membimbing mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) yang pertama kali mengikuti pelatihan di sana.
Laporan pelatihan mahasiswa itu mencapai lebih dari 70 halaman, yang secara rinci menjelaskan pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan selama di HKU, menurut rilis pers.
HKU menyebutkan dosen Unika kemudian berbagi informasi ini dengan mahasiswa lain, yang tahun ini menarik tiga orang mengikuti program pelatihan serupa di universitas yang berada di Kota Taichung itu.
Hwang mengatakan bahwa selama satu bulan bersama ketiga mahasiswa tersebut, mereka bekerja di laboratorium untuk menumbuhkan, menguji, dan mengidentifikasi bakteri asam laktat, serta mempelajari berbagai teknik terkait.
Ia menyebutkan bahwa ketiga mahasiswa tersebut memiliki kemampuan belajar yang sangat kuat dan berkembang pesat, aktif mencari informasi secara daring dan mendiskusikan metode penelitian lanjutan dengannya.
Mereka telah mencapai tingkat kemampuan yang setara dengan mahasiswa pascasarjana, kata Hwang, yang merasa sangat puas dengan hasil bimbingannya.
Para mahasiswa tersebut juga mengatakan bahwa selama pelatihan, mereka bisa langsung mempraktikkan dan mengoperasikan alat-alat penelitian dan pengujian teknologi pangan yang sebelumnya hanya mereka lihat di buku atau internet.
Para peserta pelatihan mengatakan mereka merasa sangat senang serta akan berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar lebih banyak dan mendapatkan berbagai manfaat.
(Oleh Chao Lee-yen dan Jason Cahyadi)
Selesai/ML