Taipei, 25 Feb. (CNA) Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) Taiwan bertandang ke kantor Chinese Muslim Association (CMA) pekan lalu untuk membangun komunikasi antar-organisasi Islam yang berbasis di Taiwan, PCINU menyampaikan dalam keterangan yang diterima oleh CNA.
Ketua PCINU Taiwan Muhammad Ghofur menyebut tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk membangun komunikasi yang lebih efektif serta memperkuat hubungan ikatan kekeluargaan antara kedua organisasi ini. Apalagi kedua organisasi ini adalah organisasi Islam terbesar di negara masing-masing, ujarnya.
CMA adalah sebuah organisasi Muslim Tionghoa di Republik Tiongkok (Taiwan) yang didirikan di tahun 1938 sebagai Asosiasi Keselamatan Muslim Tionghoa (中國回民救國協會) dengan sponsor dari Kuomintang.
Organisasi ini berganti nama menjadi Muslim Association (回教救國協會) pada tahun 1939 dan diubah menjadi Chinese Muslim Association (中國回教協會) pada tahun 1942. Di masa perang sipil Tiongkok yang membuat rezim Kuomintang pindah ke Taiwan, CMA pun didirikan kembali dengan basis di Taiwan pada 1958.
Sementara itu NU dikenal sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan sejak 1926. Berhaluan tradisionalis, NU diperkirakan memiliki 40 juta pengikut dengan cabang-cabang Istimewa di luar negeri termasuk Taiwan.
“Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan di masa mendatang dapat terjalin kerja sama dalam berbagai program,” kata Ghofur kepada CNA.
Pada akhir pertemuan Ghofur sempat memberikan cendera mata kepada perwakilan CMA Taiwan sebagai simbol persahabatan dan harapan untuk kolaborasi yang lebih erat di masa depan.
Ia pun berharap hubungan baik antara PCINU Taiwan dan CMA Taiwan terus terjalin dan dapat berkontribusi positif bagi kemajuan umat Islam di Taiwan.
“Terima kasih kepada CMA Taiwan atas sambutan hangat dan keramahannya selama kunjungan ini. Mari kita terus bersinergi dan bekerja sama untuk kemaslahatan umat serta tegaknya syiar Islam di Taiwan,” kata Ghofur.
Selesai/JA