Taiwan ucapkan belasungkawa atas meninggalnya mantan PM India Manmohan Singh

30/12/2024 16:46(Diperbaharui 30/12/2024 16:46)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Mantan Perdana Menteri India Manmohan Singh. (Sumber Foto : Reuters)
Mantan Perdana Menteri India Manmohan Singh. (Sumber Foto : Reuters)

Taipei, 30 Des. (CNA) Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) pada Sabtu (28/12) menyampaikan belasungkawa kepada India atas meninggalnya mantan Perdana Menteri negara tersebut, Manmohan Singh, yang meninggal pada 26 Desember di usia 92 tahun.

MOFA mengatakan Singh memainkan peran penting dalam memperdalam hubungan bilateral antara Taiwan dan India dalam masa jabatannya selama sepuluh tahun sebagai PM India dari 2004 hingga 2014.

Menurut MOFA, Singh memperkuat kerjasama antara kedua negara di bidang seperti keuangan, perdagangan, investasi serta pendidikan seni liberal.

Selain itu, Singh juga berperan dalam pembukaan Pusat Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Chennai.

MOFA menambahkan bahwa upaya dan pencapaian Singh dalam memperkokoh hubungan bilateral serta mempromosikan kemakmuran dan perdamaian regional akan selalu dikenang.

Kementerian tersebut juga menginstruksikan misi Taiwan di India untuk menyampaikan belasungkawa dan perasaan simpati Taiwan kepada pemerintah India.

MOFA menyatakan akan terus membangun atas dasar-dasar yang telah diletakkan oleh Singh dan bekerja sama dengan Perdana Menteri India saat ini, Narendra Modi, serta terus mengembangkan hubungan yang bermanfaat antara rakyat Taiwan dan India.

Selain menjadi Perdana Menteri India keempat yang menjabat paling lama, Singh juga merupakan Sikh pertama yang menjabat sebagai kepala negara India.

Pada 26 Desember, Singh meninggal beberapa jam setelah dirawat di rumah sakit setelah pingsan di rumahnya di New Delhi.

Seiring dengan periode berkabung nasional yang akan berlangsung hingga 1 Januari, pemerintah India juga mengumumkan upacara pemakaman negara untuk mantan perdana menteri tersebut.

(Oleh Wu Shu-wei, James Lo, dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.