Seorang pria diduga membunuh ibunya, tewas setelah jatuh di Keelung

01/06/2026 16:06(Diperbaharui 01/06/2026 16:06)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Masyarakat setempat)
(Sumber Foto : Masyarakat setempat)

Taipei, 1 Jun. (CNA) Seorang pria berusia 28 tahun di Keelung diduga menikam ibunya hingga tewas sebelum terjatuh dari atap gedung apartemen mereka, dengan keduanya kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit, kata polisi pada hari Minggu (31/5). 

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam di sebuah gedung apartemen di Distrik Qidu, Keelung, menurut polisi.

Polisi mengatakan pria tersebut menjadi marah setelah mengetahui bahwa ibunya yang berusia 59 tahun telah membeli jaket abu-abu untuk kakak laki-lakinya tetapi tidak untuk dirinya, memicu pertengkaran yang kemudian meningkat menjadi konfrontasi fisik.

Selama perselisihan, pria tersebut diduga mencekik ibunya dan menyerangnya dengan pisau dapur, menyebabkan beberapa luka di leher, perut, dan tangannya.

Ia kemudian dilaporkan pergi ke atap gedung 12 lantai tersebut dan melompat, mengenai kanopi lantai satu sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

Putra sulung korban menyaksikan kejadian tersebut dan memberi tahu ayahnya, yang kemudian pulang dan menemukan tersangka masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, kata polisi.

Petugas medis darurat kemudian menemukan wanita tersebut tergeletak di balkon dalam apartemen. Keduanya dibawa ke Chang Gung Memorial Hospital Keelung, di mana mereka dinyatakan meninggal meskipun telah dilakukan upaya resusitasi. 

Polisi mengamankan lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti, sementara kejaksaan dan pemeriksa forensik melakukan autopsi hari Minggu untuk menentukan penyebab pasti kematian.

Menurut polisi, pria tersebut memiliki riwayat perselisihan dengan ibunya.

Para tetangga mengatakan keluarga yang terdiri dari empat orang itu telah tinggal di gedung tersebut selama lebih dari satu dekade dan menggambarkan orang tua mereka sebagai orang yang ramah dan sopan. Mereka mengatakan tidak mengetahui adanya konflik keluarga yang serius dan terkejut dengan kejadian tersebut.

(Oleh Wang Chao-yu, Lee Hsin-Yin dan Miralux)

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.