Taipei, 25 Juli (CNA) Chang Jung Christian University (CJCU) mengatakan mereka telah merampungkan pengabdian masyarakat sepuluh hari mereka di Papua dengan mengunjungi Sorong hingga Raja Ampat dan menggabungkan berbagai isu seperti pendidikan, kesehatan masyarakat, kesetaraan gender, dan keberlanjutan lingkungan.
Bersama universitas dan LSM lokal, program yang dimulai 1 Juli ini mengusung misi peduli komunitas, perempuan, dan lingkungan serta pendidikan berkelanjutan sebagai wujud kekuatan lunak pendidikan tinggi Taiwan di kancah internasional, kata CJCU dalam sebuah rilis pers.
Baca juga: CJCU Taiwan lakukan pengabdian masyarakat di Papua
Di Kampung Malaumkarta, Raja Ampat, tim bekerja sama dengan EcoDefender dari Yayasan Ekosistim Nusantara Berkelanjutan dalam mempromosikan edukasi kesehatan perempuan dan manajemen menstruasi, termasuk dengan lokakarya pembuatan pembalut kain, kata CJCU.
Tim juga bekerja sama dengan Universitas Papua, di mana mahasiswa asing CJCU memimpin mahasiswa jurusan ekowisata Papua membangun kebun lubang kunci sebagai praktik pertanian organik skala kecil yang mendukung gizi, lingkungan, dan edukasi, kata universitas yang berbasis di Tainan itu.
Mereka juga mengunjungi Universitas Kristen Papua untuk melakukan diskusi awal mengenai kerja sama edukasi lingkungan dan kesehatan masyarakat di daerah terpencil.
Harapannya, kata CJCU, kolaborasi ini dapat menjadi jembatan dalam hubungan Taiwan dengan Indonesia serta memperkuat internasionalisasi kampus.
Di sisi lain, tim melakukan kunjungan ke ReShark Initiative dan Raja Ampat Research and Conservation Center untuk mempelajari lebih dalam upaya Indonesia dalam pelestarian laut dan keanekaragaman hayati, kata CJCU.
Max Ammer, tokoh konservasi sekaligus pendiri Papua Diving, menyambut mereka dan memberikan pesan: "Tetaplah rendah hati dan berani belajar; percayalah pada kemampuan diri, dan jangan mudah menyerah. Tanggapi masyarakat dengan tindakan, dan ciptakan perubahan dengan semangat," menurut rilis pers.
Selesai/JA