Taipei, 7 Agu. (CNA) Ekspor anggrek phalaenopsis, plastik, dan mesin perkakas Taiwan akan menghadapi persaingan yang semakin ketat pada Kamis (7/8) seiring Amerika Serikat (AS) mulai memberlakukan tarif sementara sebesar 20 persen, menurut Yuan Eksekutif (Kabinet).
Sekretaris Jenderal Kabinet, Kung Ming-hsin (龔明鑫), Rabu mengatakan bahwa meskipun tarif 20 persen ini merupakan penurunan dari usulan sebelumnya sebesar 32 persen, setiap industri kemungkinan akan mengalami dampak yang tidak merata dan signifikan.
Ia secara khusus menyoroti anggrek phalaenopsis, yang juga dikenal sebagai anggrek bulan, sebagai perhatian utama, dengan mencatat bahwa Taiwan saat ini memegang pangsa pasar 46 persen di AS.
Namun, pesaing utama Taiwan di industri ini, Belanda, memegang 40 persen dan menghadapi tarif yang lebih rendah sebesar 15 persen.
Kung juga memperingatkan bahwa perusahaan Taiwan telah menghadapi tarif 10 persen sejak April, dan kenaikan menjadi 20 persen akan menciptakan tekanan baru.
Untuk mengatasi situasi ini, Kabinet berencana menyusun anggaran khusus ketahanan, yang "Masih memerlukan waktu untuk ditinjau," sambil memberikan bantuan jangka pendek secara langsung, ujarnya.
Deputi Perwakilan Perdagangan Yen Huai-shing (顏慧欣) dari Kantor Negosiasi Perdagangan Kabinet mengatakan tarif 20 persen Taiwan merupakan pengurangan tarif terbesar kedua di antara negara-negara yang memiliki defisit perdagangan dengan AS.
Yen menggambarkan tarif 20 persen yang akan diberlakukan pada Kamis sebagai tarif sementara, seraya menambahkan bahwa "7 Agustus bukanlah batas akhir pembicaraan."
Taipei masih dalam negosiasi dengan Washington, kata Yen, mengutip pemberitahuan yang diterima tim negosiasi Taiwan sebelum 31 Juli bahwa pertemuan pamungkas Taiwan-AS belum selesai.
Ia mengatakan hanya Uni Eropa yang mendapatkan tarif lebih menguntungkan sebesar 15 persen dibandingkan Taiwan, sementara Jepang dan Korea Selatan -- yang juga menerima 15 persen -- memiliki defisit perdagangan yang lebih kecil dengan AS.
Juga pada Rabu, Formosa Plastics Group mengatakan dampak langsung tarif baru AS terbatas, karena volume ekspor perusahaan ke AS relatif rendah.
Namun, perusahaan Taiwan tersebut memperingatkan bahwa dampak tidak langsung bisa signifikan. Mereka memperingatkan bahwa tarif tinggi dapat mendorong inflasi dan melemahkan daya beli konsumen AS.
Ketua Formosa Chemicals & Fibre Corporation, Hong Fu-yuan (洪福源), sebelumnya mengatakan bahwa perusahaannya mengekspor barang senilai NT$5,1 miliar ke AS pada 2024 -- sekitar 2 persen dari total pendapatan tahunan sebesar NT$243,8 miliar.
Ia mengatakan lebih dari setengah ekspor ke AS tersebut dapat dikelola untuk menghindari tarif, sementara sisanya akan ditarik dari pasar Amerika.
Juga pada Rabu, Yang Te-hua (楊德華), mantan ketua perusahaan mesin perkakas Taiwan Fair Friend Group (FFG), mengatakan perusahaannya telah meningkatkan persediaan berbiaya rendah di gudang AS untuk mengimbangi dampak jangka pendek.
Ia menambahkan bahwa hanya 10 persen ekspor FFG yang menuju Amerika Serikat, sehingga dampak keseluruhan terhadap grup akan terbatas.
(Oleh James Thompson, Lai Yu-chen, Chung Jung-feng, Tseng Jen-kai, dan Jason Cahyadi)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/ja