Taipei, 9 Jun. (CNA) Seorang manajer proyek konstruksi yang terseret arus air yang naik di Sungai Matai'an, Kabupaten Hualien saat mengendarai Jeep pada Senin sore (8/6) berhasil diselamatkan pada Selasa pagi, menurut pejabat pemadam kebakaran setempat.
Manajer tersebut, bermarga Teng (鄧), ditemukan dalam keadaan sadar namun lemah ketika dijangkau oleh tim penyelamat pada pukul 04.39 Selasa pagi, kata Ke Wei-chih (葛偉治), kepala brigade kedua Departemen Pemadam Kebakaran Kabupaten Hualien Cabang Guangfu.
Teng kemudian dibawa ke RS Hualien Tzu Chi untuk mendapatkan perawatan, ujar Ke.
Teng merupakan bagian dari perusahaan kontraktor yang sedang mengerjakan bendungan pengendali sedimen di hilir danau penghalang Sungai Matai'an, menurut Kepala Cabang Hualien Direktorat Jenderal Kehutanan dan Konservasi Alam, Huang Chun-tse (黃群策).
Pekerjaan ini merupakan bagian dari proyek yang lebih luas untuk membangun kembali kawasan tersebut setelah terjadinya limpasan danau penghalang di bagian hulu Sungai Matai'an pada 23 September 2025.
Banjir dan lumpur menyapu ke Desa Guangfu, menyebabkan 19 orang hilang dan lima lainnya belum ditemukan serta mengubur bagian timur kota dengan tumpukan sedimen.
Meskipun pekerjaan konstruksi telah dihentikan dan peralatan dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi setelah Direktorat Jenderal Cuaca Pusat mengeluarkan peringatan hujan lebat, Teng dan dua operator ekskavator pergi ke lokasi pada Senin pagi untuk memindahkan lima ekskavator ke tempat yang lebih tinggi lagi, kata Huang.
Hujan deras menyebabkan permukaan air sungai tiba-tiba naik, dan setelah ekskavator ketiga berhasil dipindahkan, salah satu operator menyadari bahwa Teng tidak mengikuti dengan Jeep-nya dan akses ke lokasi konstruksi telah terputus oleh banjir.
Kejadian tersebut dilaporkan ke departemen pemadam kebakaran sekitar pukul 13.00, sehingga sembilan personel pencarian dan penyelamatan serta anggota perusahaan kontraktor dikerahkan.
Tim penyelamat kemudian menemukan Jeep milik Teng sekitar 500 meter di hilir dari lokasi, namun awalnya tidak dapat menjangkaunya karena arus yang kuat.
Setelah permukaan air sedikit surut sekitar pukul 18.00, petugas penyelamat menggunakan ekskavator untuk menyeberangi sungai dan mencapai kendaraan tersebut. Pemeriksaan di Jeep memastikan tidak ada orang di dalamnya, sehingga tim penyelamat menduga Teng telah keluar dari kendaraan atau terseret arus.
Pada pukul 21.21, departemen pemadam kebakaran menerima laporan adanya seseorang yang meminta tolong lebih jauh di hilir. Tim penyelamat segera dikerahkan ke area tersebut dan kemudian menemukan Teng di sebuah gumpalan pasir menggunakan pesawat nirawak yang dilengkapi kamera pencitraan termal.
Petugas penyelamat dan warga setempat kemudian bekerja sama menyeberangi sungai dan membawa Teng ke tempat yang aman, kata Ke.