Organisasi nirlaba Taiwan luncurkan materi panduan perawatan demensia untuk bantu pekerja migran

07/12/2024 12:50(Diperbaharui 07/12/2024 12:50)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : One-Forty)
(Sumber Foto : One-Forty)

Taipei, 7 Des. (CNA) Organisasi nirlaba One-Forty baru-baru ini mengumumkan mereka telah meluncurkan buku "Panduan Perawatan Demensia" dalam empat bahasa untuk membantu pekerja migran mengatasi tantangan perawatan demensia yang semakin meningkat di Taiwan.

Materi pelatihan yang disusun dengan menggandeng Departemen Psikiatri Rumah Sakit National Taiwan University (NTUH) dan Pusat Perawatan Demensia Rumah Sakit Taipei City (TCH) ini tersedia dalam bahasa Mandarin, Indonesia, Filipina, dan Vietnam, menurut One-Forty.

One-Forty menunjukkan panduan tersebut mencakup pengetahuan tentang perawatan demensia dan dukungan kesehatan mental, yang bertujuan untuk membantu pekerja migran memahami dan memenuhi kebutuhan perawatan lansia dengan demensia.

Inisiatif ini tidak hanya meringankan beban keluarga tetapi juga meningkatkan sistem perawatan jangka panjang di Taiwan, tambah rganisasi nirlaba tersebut.

Pendiri One-Forty, Kevin Chen (陳凱翔), menyatakan bahwa perawat asing adalah bagian penting dari sistem perawatan jangka panjang di Taiwan.

Dengan jaringan lebih dari 90.000 pekerja migran, kata Chen, One-Forty bertujuan untuk membantu 320.000 keluarga dengan anggota yang menderita demensia di seluruh Taiwan dengan mengurangi tekanan perawatan dan menyediakan kualitas perawatan yang lebih baik. 

One-Forty berharap dapat memperluas cakupan ini ke berbagai bidang perawatan jangka panjang lainnya di masa depan, tambahnya.

Direktur Pusat Perawatan Demensia Rumah Sakit TCH, Liu Jian-liang (劉建良), berbagi bahwa perubahan emosi yang drastis dan hilangnya kemampuan pada lansia dengan demensia adalah tantangan nyata bagi para perawat. 

Setelah didiagnosis, pasien demensia akan mengalami penurunan yang tidak dapat dipulihkan, sehingga memerlukan teknik perawatan yang sangat khusus dan sulit, kata Liu.

Liu menambahkan bahwa pada awalnya, perhatian rumah sakit lebih banyak tertuju pada pasien dan kelompok perawat keluarga. Namun, untuk menuju sistem perawatan demensia yang lebih komprehensif, perhatian berikutnya harus diarahkan pada perawat migran, ujarnya.

One-Forty menjelaskan bahwa modul pelatihan ini terdiri dari empat modul utama dengan total 14 video, tersedia dalam bahasa Mandarin, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. 

Materi ini diharapkan dapat memberikan sumber belajar yang praktis dan langsung bagi pengasuh dengan latar belakang bahasa yang berbeda, serta meningkatkan kemampuan perawatan keseluruhan untuk keluarga dengan anggota yang menderita demensia, kata One-Forty.

(Oleh Wu Hsin-yun dan Antonius Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.